Jumat, 8 Mei 2026

Gempa Hari Ini

Maluku Barat Daya Diguncang 14 Kali Gempa Susulan, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG mencatat adanya gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter yang mengguncang Maluku pada Kamis (30/12/2021) dini hari pukul 01.25 WIB.

Tayang:
Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
Tribun Batam
Gempa Bumi 

TRIBUNAMBON.COM - Kepala Stasiun Geofisika Ambon Herlambang Hudha mengatakan wilayah Maluku Barat Daya telah diguncang gempa susulan sebanyak 14 kali, pada Kamis (30/12/2021).

Gempa susulan tersebut diketahui terjadi setelah wilayah Maluku Barat Daya diguncang gempa berkekuatan 7,4 magnitudo pada Kamis (30/12/2021) dini hari.

“Catatan kami sampai saat ini ada 14 kali gempa susulan terjadi di Maluku Barat Daya,” kata Herlambang dilansir Kompas.com, Kamis (30/12/2021).

Menurut Herlambang, di antara 14 gempa susulan tersebut, ada dua gempa yang berkekuatan besar, yakni 5,2 magnitudo.

Sementara itu gempa susulan yang kecil berkekuatan 4,1 magnitudo.

“Terbesar itu gempa susulan 5,2 itu ada dua kali dan yang terkecil itu 4,1,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herlambang menuturkan, setelah gempa besar biasanya akan ada gempa kecil.

Gempa kecil tersebut terjadi untuk mencapai titik keseimbangan, hingga benar-benar stabil.

“Biasanya setelah ada gempa besar itu pasti ada gempa kecil. Jadi itu dia ingin mencapai keseimbangan, jadi dia terus mengeluarkan energi sampai benar-benar stabil, ” tutur Herlambang.

Gempa Kuat M 7,4 Mengguncang Maluku Barat Daya

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, gempa bumi dengan magnitude (M)7,4 terjadi pada Kamis pagi (30/12), pukul 01.25 WIB atau 03.25 waktu setempat.

Pusat gempa berada pada 45 km barat laut Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, dengan kedalaman 210 km.

"Masyarakat setempat merasakan guncangan kuat," ujar Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis, (30/12/2021).

Menurutnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD melaporkan warganya merasakan guncangan kuat sekitar 3 detik.

Guncangan mengakibatkan warga panik hingga keluar rumah. Pihak BBPBD masih melakukan pemantauan dampak dan situasi pascagempa.

"Berdasarkan pemodelan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tidak memicu terjadinya tsunami," katanya.

Pantuan BMKG mencatat kekuatan gempa yang diukur dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) menunjukkan Takur V – VI MMI, Tepa IV-V MMI, Saumlaki IV MMI, Tual dan Rote III MMI serta Sabu, Raja Ampat, Kota Sorong II MMI.

Parameter VI MMI mendeskripsikan getaran dirasakan semua penduduk dan kebanyakan semua terkejut serta lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

Pascagempa M7,4, gempa susulan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi pada 03.32 WIB atau 05.32 waktu setempat. BMKG mencatat gempa M5,1 yang berpusat pada 36 km barat laut MBD dengan kedalaman 170 km.

Baca juga: Gempa Kuat M7,4 Mengguncang Maluku Barat Daya, Tidak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten MBD merupakan wilayah berada pada potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.

Sebanyak 17 kecamatan yang berada di kawasan kepulauan yang teridentifikasi pada potensi bahaya tersebut.

Kabupaten tersebut juga memiliki potensi bahaya tsunami kateogir sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah kecamatan yang sama.

"Hingga kini Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB masih memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa maupun tsunami," pungkasnya.

Penjelasan Daryono BMKG

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa bumi berkekuatan 7,3 skala richter yang mengguncang Maluku pada Kamis (30/12/2021) dini hari pukul 01.25 WIB.

Pusat gempa berada di laut, 45 km Barat Laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 210 km.

Melalui akun Twitter-nya, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa menengah.

Selain itu Daryono juga menjelaskan bahwa gempa yang mengguncang Maluku tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya yang berada di kedalam menengah yaitu 183 km.

"Gempa Timor-Laut Banda M7,3 dengan kedalaman hiposenter 183 km pagi dinihari tadi dipicu deformasi batuan dlm lempeng tersubduksi. Gempa ini merupakan jenis GEMPA MENENGAH (intermediate depth earthquake).

Gempa Timor-Laut Banda M7,3 pagi dinihari tadi tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya yang berada di kedalaman menengah (183 km) sehingga deformasi batuan yang terjadi tidak sampai menganggu kolom air laut," papar Daryono lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.

Daryono juga mengungkapkan bahwa gempa di Maluku merupakan jenis gempa di dalam lempeng yang memiliki karakteristik memencarkan guncangan.

Atas dasar itulah gempa di Maluku getarannya terasa hingga ke Sorong Papua Barat.

"Gempa Timor-Laut Banda M7,3 pagi dinihari tadi juga merupakan jenis gempa di dalam lempeng (intraplate earthquake) yg memiliki karakteristik memancarkan guncangan (ground motion) lebih kuat sehingga wajar jika gempa ini dirasakan hingga jauh seperti di Kota Sorong Papua Barat," pungkasnya.

(TribunAmbon.com)(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Taufik Ismail)(Kompas.com/Rahmat Rahman Patty)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved