Breaking News:

Maluku Terkini

Ditanya Soal Tambang Ilegal di Gunung Botak, Kapolres Buru Bilang Akan Tindaklanjuti

Aktivitas penambangan illegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Pulau Buru kerap menggunakan bahan kimia berbahaya.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM -  Aktivitas penambangan illegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Pulau Buru kerap menggunakan bahan kimia berbahaya.

Kapolres Pulau Buru AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja mengaku akan segera mengambil tindakan.

"Nanti akan kita tindak lanjuti," kata Egia Febri saat dihubungi TribunAmbon.com melalui Whatsapp,Selasa (28/12/2021).

Pihaknya diketahui sering menertibkan kawasan penambangan tapa izin di beberapa desa tersebut.

Namun diketahui, tak ada satupun yang tersentuh hukum.

Baca juga: 207 Anak jadi Korban Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Selama 2021

Seperti yang terjadi di Jalur Enam, Desa Wablohi, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, aktivitas pengolahan material emas diduga menggunakan bahan kimia berbahaya seperti Natrium Cianida.

Diakui warga disana, meskipun aktivitas tersebut sudah berlangsung lama, namun sampai saat ini belum tersentuh oleh hukum.

"Aktivitas ilegal tersebut telah berlangsung selama enam bullan, namun tidak tersentuh hukum sama sekali," kata salah satu warga, Saleh, saat diwawancarai TribunAmbon.com melalui Whatsapp, Minggu (26/12/2021) siang.

Dia menyebut, aktivitas itu sangat mengganggu masyarakat.

"Kami masyarakat di sini resah karena kita tahu tambang inikan masih ilegal, selain itu mereka menggunakan bahan beracun dan berbahaya yaitu sianida," tutur Saleh.

Dia berharap, agar aktivitas tong tersebut segera ditertibkan, karena selain dampak akibat pengolahan ilegal tersebut, juga menyebabkan waktu istirahat malam terganggu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved