Rabu, 8 April 2026

Maluku Terkini

Camat Kota Masohi Keluhkan Keterlambatan Vaksinator Lapangan dalam Input Data Capaian Vaksinasi

Menurut dia, seharusnya tim Vaksinator menginput data offline berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima vaksin dan dipisahkan sesuai alamat

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Lukman
Camat Kota Masohi, Wahda saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/10/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNBON.COM - Camat Kota Masohi, Wahdah mengeluh tim vaksinator lambat mengimput data pencapaian Vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota Kabupaten Maluku Tengah itu.

"Pengalaman saya di lapangan bersama rekan-rekan dari Vaksinator ini kita seperti tidak cun begitu, kan sudah selesai vaksin nih, kita minta jumlah orang yang vaksin saja makan waktu, padahal mereka sudah langsung didata secara offline oleh petugas di meja screening," ungkap Camat saat ditemui di Ruang kerjanya, Senin (29/11/2021).

Menurut dia, seharusnya tim Vaksinator menginput data offline berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima vaksin dan dipisahkan sesuai alamat tempat tinggal.

Hal itu dianggapnya penting dilakukan agar pihak kecamatan maupun kelurahan dapat dengan mudah memperoleh data dan mencocokan sesuai jumlah penduduk di tiap kawasan.

"Kita ini mau mengetahui mengetahui pencapaian target perkelurahan seperti apa kalau Vaksinator tidak memberikan data itu. Dan mereka tidak memiliki data perkelurahan itu," ujar Camat.

Kekesalan Camat itu terpaksa ia luapkan lantaran deadline waktu pencapaian 50 persen di 30 November besok sudah harus dilaporkan ke Bupati Maluku Tengah.

"Kita pimpinan yang kena marah dari pak Bupati. Dan ini batas waktunya besok harus capai 50 persen," jawab Camat.

Camat menbahkan, berdasarkan data Pusdatin Kemenkes yang dimuat dalam aplikasi Primary Care atau PCare Dinas Kesehatan Maluku Tengah itu menyebutkan target vaksinasi khusus Kota Masohi sebanyak 17.827, sedangkan yang baru menerima vaksin dosis pertama sebanyak 3.459, artinya belum mencapai 50 persen target.

Dia pun berharap, ada penegasan dari Kepala Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Kabupaten agar Vaksinator harus lebih rinci mendata penerima Vaksin agar petugas kecamatan dan kelurahan juga tidak sulit memperoleh data capaian vaksinasi untuk dilaporkan.

"Kami sangat berharap semua itu bisa berjalan dengan baik, agar tidak ada tumpang tindih data Capan dalam laporan masing-masing instansi," harap dia.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved