Breaking News:

Narkoba di Maluku

Transaksi Narkoba di Depan Indomaret - Ambon, Jaksa Tuntut Rizky 8 Tahun Penjara

Dengan barang bukti tujuh paket narkotika jenis ganja membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Senia Pentury menuntut terdakwa selama delapan tahun penjara.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kasus Jual Beli Narkoba kembali terjadi di Kota Ambon.

Kali ini antara pemuda Jalan Baru, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Rizky Vijay Mandra (25) dan Ryan Tehuayo (berkas perkara terpisah).

Transaksi narkotika jenis Ganja terjadi di depan sebuah minimarket di Jalan Pohon Pule, Kecaman Sirimau.

Barang bukti tujuh paket narkotika jenis ganja yang ditemukan membawa pemuda itu di meja pesakitan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Senia Pentury pun menuntut terdakwa delapan tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan JPU dihadapan Ketua Majelis Hakim, Nova Salmon dan Penasihat hukum terdakwa, Dino Huliselan di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (19/11/2021).

"Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rizky dengan pidana penjara selama delapan tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap dalam tahanan dan denda sebesar Rp 800 juta Subsider tiga bulan kurungan," kata JPU.

Pentury memastikan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana melanggar pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara, hal yang memberatkan hukuman terdakwa yakni terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Kota Ambon.

Baca juga: Ditanya Soal Impiannya, Gihon Loimalitna; Ingin Beri Persembahan untuk Gereja

Baca juga: AMO Kembangkan Music for Healing, Terapi Pasien Pakai Musik

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved