Breaking News:

Kabar Artis

Kronologi Nirina Zubir jadi Korban Mafia Tanah, Berikan Kepercayaan Penuh hingga ART Hidup Mewah

Dipertemukan dengan pelaku penggelapan enam aset orangtuanya, yakni Riri Khasmita dan lainnya, Nirina Zubir tak bisa menyembunyikan emosinya.

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
Instagram Nirina Zubir
Nirina Zubir di film pendek Sepuluh Meter merupakan bagian Gerakan #NyalakanHati Bank OCBC NISP. 

 Saat diwawancarai oleh wartawan, Nirina terlihat santai menjawab mengenai dugaan penyekapan tersebut.

Nirina mengaku laporan dari ART nya itupun tak ditanggapi oleh pihak kepolisian

“Nggak digubris juga sama polisi, karena kan dia mau melaporkan kan juga udah jadi tersangka,” jawab Nirina.

Sebelumnya diketahui Nirina telah mencoba untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, namun ternyata Nirina dan juga keluarganya mendapat respon yang kurang mengenakan dari pihak Riri.

Nirina justru mendapatkan makian dari Ibunda Riri saat dirinya menanyakan aset tanah ibunda Nirina.

"Kami juga ada keinginan menyelesaikan secara kekeluargaan," tutur Nirina Zubir.

Meski hingga saat ini kasusnya belum seratus persen selesai, namun dirinya bertekat untuk dapat menuntaskan kasus ini. 

Lewat unggahan Nirina Zubir di instgram, dirinya mengaku harus membalas jerih payah dari sang Ibunda yang belum sempat dinikmatinya yang menjadikan dirinya sangat murka.

Kronologi Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah

Aktris Nirina Zubir sedang mendapat musibah.

Ia menjadi korban mafia tanah dan mengakui mengalami kerugian kurang lebih Rp 17 miliar.

Nirina menyebut, keluarga besarnya telah ditipu oleh Asisten Rumah Tangga (ART).

Berikut kronologi lengkapnya. 

1. Berawal dari Surat-surat Tanah Hilang

Kronologi awalnya bermulai ketika sang ibunda, Cut Indria Martini mengira bahwa surat-surat tanahnya hilang.

Cut Indria Martini pun mempercayai asisten rumah tangganya yang bernama Riri Khasmita untuk mengurusi surat-surat tersebut.

Namun, Riri Khasmita malah menyalahgunakan kepercayaan Cut Indria Martini.

"Awal mulanya adalah ibu saya ini dikira suratnya hilang sehingga dia minta tolong sama ART yang sudah bekerja dari 2009 untuk dibantukan diurus suratnya," kata Nirina Zubir, Rabu (17/11/2021).

Ibu Nirina itu meminta tolong kepada Riri Khasmita pada tahun 2017. Saat itu, Cut masih hidup. Ia meninggal pada tahun 2019 silam.

Dua tahun tak kunjung usai, ternyata Cut Indria Martini malah ditipu oleh asisten rumah tangganya yang sudah dipercayainya itu.

"Alih alih diurus tapi ternyata dia diam-diam menukar semua surat dengan namanya pribadi, nama Riri Khasmita dari Bukittinggi anaknya Nurhasni Syah bersama suaminya Edrianto," sambungnya.

2. Enam Surat Tanah Digelapkan

Ada enam surat tanah yang dialihkan oleh Riri Khasmita. Dari total enam surat itu, dua diantaranya sudah dijual oleh Riri Khasmita.

Di mana, dua aset itu berupa tanah kosong dan kini sudah dibangun oleh orang yang membelinya.

"Enam surat ditukar sama mereka, sebagian diagunkan ke bank dan sebagian lagi di jual dan dugaan kami uangnya dipakai untuk bisnis ayam frozen yang sudah punya 5 cabang," lanjut Nirina Zubir.

Sampai ibunya meninggal dunia pada 2019, Nirina Zubir baru mengetahui hal tersebut. Kurang lebih keluarga Nirina Zubir mengalami kerugian sebesar Rp 17 miliar.

"Kurang lebih Rp 17 M (kerugian)," kata Nirina Zubir.

3. Uang Ibunda Dipakai untuk Modal Usaha

Mantan ART Nirina Zubir, Riri Khasmita diketahui tak hanya menggelapkan uang hasil jual dan gadaikan enam sertifikat tanah.

Riri disebut menggunakan uang dari almarhumah ibunda Nirina untuk keperluan bisnis dan ikut arisan.

Namun hal itu belum dilaporkan oleh Nirina Zubir yang saat ini ingin fokus menyelesaikan kasus mafia tanah yang menjeratnya.

"Saya nggak pernah ngumbar angka, cuma ini kurang lebih 17 miliar yang di Jakarta, masih ada lagi sertifikat lain, bahkan bisnis-bisnis dia sebelumnya yang pakai uang ibu saya belum dihitung," beber Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

"Ada nota-notanya bahwa dipinjamkan di arisankan, dijadiin modal untuk usaha, nah itu belum termasuk 17 M itu," ucap Nirina.

Nirina akhirnya mengetahui bahwa selama ini mantan asisten rumah tangganya itu kerap meminta uang ke ibundanya untuk modal bisnis.

Namun uang itu tak pernah dikembalikan hingga ibunda Nirina meninggal dunia dua tahun lalu.

"Sebelumnya saya tahu juga dia menggunakan uang ibu saya untuk bisnis angkot, arisan, ini itu," ucap Nirina. 

"Jadi, itu tuh berkembang terus, dari yang tadinya 5 juta, 10, 15, 25, 100 sampai akhirnya tanah yang diincar gitu loh," tambahnya.

4. Sang ART Hidup Mewah

Bintang film Nirina Zubir sakit hati mengetahui Riri Kasmita hidup mewah setelah menjual harta keluarganya.

Riri Kasmita adalah mantan asisten rumah tangga yang pernah bekerja di rumah orang tuanya.

Setelah menjual aset orang tua Nirina Zubir, Riri Kasmita diketahui hidup mewah.

Riri Kasmita menggunakan uang hasil penggelapan sertifikat tanah milik orang tua Nirina Zubir.

"Dia (Riri Kasmita) beli mobil baru," kata Nirina Zubir di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

"Dia juga jalan-jalan sampai luar negeri hingga menyekolahkan  adiknya ke luar negeri dengan uang yang diduga dari penjualan tanah orang tua saya," lanjutnya.

Nirina Zubir dan keluarganya serta pengacara akan mengawal kasus ini.

"Selesaikan karena kejadian ini membuat saya sakit hati," ujar Nirina Zubir berharap Riri Kasmita mendapat hukuman setimpal.

5. Ayah Masuk Rumah Sakit

Nirina Zubir menyebut ayahnya masuk rumah sakit usah mengetahui musibah yang menimpa keluarganya.

“Ayah saya sudah tahu asetnya digasak ART. Bapak saya kondisinya sekarang sedang di rumah sakit. Beliau baru terkena stroke," ungkap pemain ‘Paranoia’ itu, Rabu (17/11/2021).

Nirina dan keluarga memang memberitahu ayahnya, Zubir Amin dan respons ayah tidak menyenangkan.

Awalnya, Nirina Zubir tidak mau memberitahu masalah ini kepada ayahnya. Namun karena satu dan lain hal, ia terpaksa harus memberitahu masalah ini.

"Maksudnya kan saya juga dari awal tadinya nggak pengin terlalu melibatkan bapak saya yang sudah 82 tahun. Karena kami menghindari kondisi fisik atau kesehatan yang menjadi mengganggu," tutur Nirina Zubir.

"Tapi akhirnya kami (keluarga) sepintas kami tetap ceritakan," lanjutnya.

Mengenai masalah itu, sang ayah pun menyerahkan seluruhnya kepada anak-anak.

Nirina Zubir berharap semoga kasus mafia tanah yang menimpanya tidak terjadi kepada orang lain.

"Bapak juga sudah menyerahkan, 'Ya sudah kalian jalankan selesaikan.' Tapi kami juga nggak bisa ngomong terlalu detail karena ya sudah terbukti, akhirnya kemarin ada pikiran sedikit. Akhirnya, sekarang beliau ada di rumah sakit," papar Nirina Zubir.(*)

(TribunAmbon.com)(Tribunnews.com/Arie Puji)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved