Breaking News:

Maluku Terkini

Rudapaksa Anak Tiri, Ayah dan Kakek di Maluku Tengah Dibekuk Polisi

Rudapaksa anak dibawah umur, YK (45) warga Kecamatan Kota Masohi dan OK (75)  warga Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya ditangkap

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Sefton Sexual Health Service
Ilustrasi rudapaksa. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM – Rudapaksa anak dibawah umur, YK (45) warga Kecamatan Kota Masohi dan OK (75)  warga Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya ditangkap aparat Resmob SatReskrim Polres, Senin (25/10/2021) malam.

Kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda.

Dimana YK ditangkap saat hendak berangkat ke Pulau TNS dia bagian Tenggara Provinsi Maluku, menggunakan KM Sabuk Nusantara, sementara OK dibekuk di kediamannya.

"Jadi YK ayah tiri ini kami tangkap di diatas Kapal Sabuk Nusantara, Senin malam itu. Saat kita selidiki katanya dia mau TNS di Tenggara sana mau pergi naik cengkeh. Sementara pelaku asusila ini yang kakeknya ini kita tangkap di rumahnya," jelas Suherni.

Kedua pelaku ditangkap setelah perbuatan bejat keduanya yang lama dipendam pelaku, terungkap dihadapan keluarga ibu dari korban.

Kemudian korban yang ditemani kakek kandungnya melapor ke bagian SPKT Polres Maluku Tengah pada Senin pagi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maluku Tengah, Bripka Suherny mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Baca juga: Gagal Raih Medali di Kejurnas Balap Sepeda, ISSI Maluku akan Mulai Pembibitan Atlet Usia Dini

Baca juga: Belum Efektif, Pemkot Ambon Segera Evaluasi Pengunaan Aplikasi PeduliLindungi di Mall

Kepada TribunAmbon.com di Ruang Kerjanya, Kanit mengatakan, kedua pelaku merupakan anak dan ayah kandung. Sementara korban merupakan anak tiri sekaligus cucu tiri pelaku.

"Jadi pelaku pencabulan YK ini adalah ayah tiri korban. Sedangkan OK adalah opa tirinya," ujar Kanit, Rabu (27/10/2021).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui perbuatan kedua pelaku telah dilakukan sejak tahun 2018 dan kerap dalam pengaruh minuman keras.

"Karena korban mengatakan setiap pulang dengan mabuk-mabuk langsung masuk ke kamar korban," ujar Suherni mengutip keterangan korban.

Atas perbuatan kedua pelaku dikenakan pasal 81 dan Pasal 82 Ayat (1) Jounto Pasal 76 E Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal diatas 15 Tahun penjara.

"Berdasarkan perbuatan kedua pelaku maka sesuai UUD yang berlaku maka, keduanya terancam hukuman 15 tahun," jelas Kanit singkat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved