Tradisi Sasi Lompa
Ikan Beterbangan saat Acara Puncak Sasi Lompa di Negeri Haruku-Maluku Tengah
Sesaaat setelah Sasi Lompa di Negeri Haruku dibuka oleh Pendeta diiringi oleh pukulan Tifa dan tiupan Tahuri warga langsung berebut mengambil ikan.
Penulis: Fredi Likumahua | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fredi Likumahua
TRIBUNAMBON.COM - Sesaaat setelah Sasi Lompa di Negeri Haruku dibuka oleh Pendeta diiringi oleh pukulan Tifa dan tiupan Tahuri warga langsung berebut mengambil ikan.
Sontak ikan jenis sarden kecil langsung beterbangan di antara warga.
Pantauan Tribunambon.com di lokasi Senin (25/10/2021) ikan beterbangan hingga menabrak warga.
Beberapa warga pun terdengar berteriak saking antusias melihat gerombolan ikan-ikan itu.
Bahkan, saat melangkah di dalam air terasa tabrakan ikan saking banyaknya.
Raja Negeri Haruku, Zefnat Ferdinandus yang juga ikut menjala ikan mengaku tahun ini Ikan Lompa lebih banyak dari tahun sebelumnya.
"Memang tahun ini in banyak sekali dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, ungkapnya.
Adapun acara puncak Sasi Lompa di muara sungai Learisa Kayeli ini, dimulai pukul 10.00 WIT.
Dua jam jelang puncak Tradisi Sasi Lompa sempat terjadi insiden jebolnya jaring di muara sungai Learisa Kayeli.
Yakni pada pukul 07.30, Senin (25/10/2021) pagi akibat derasnya arus sungai.
Dengan sigap warga yang berada di lokasi langsung nyebur ke dalam sungai.
Kurang lebih 30 menit jaring penghalang ikan selesai diperbaiki.
Jaring ini berfungsi cukup krusial untuk menghalau ikan Lompa keluar dari area sasi.
Tradisi ini, sudah ada sejak tahun 1600, yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya.
Tradisi ini terbuka untuk umum jadi siapa saja bisa berpartisipasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/25102021-ikan-lompa.jpg)