Selasa, 14 April 2026

Ambon Hari Ini

Louhenapesy Sarankan Pejabat Negeri Kota Ambon Pakai Jurus ATM

Pejabat negeri disarankan memakai jurus ATM alias "amati, teliti, modifikasi" untuk kemajuan daerahnya masing-masing.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Salama Picalouhata
Pemkot Ambon
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengunjungi peserta Bimbingan Teknis Nasional Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Serta Peningkatan Kapasitas Leadership Bagi Aparatur Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Desa, di Hotel Aston Tropicana Bandung, Rabu (20/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Pejabat negeri disarankan memakai jurus ATM alias "amati, teliti, modifikasi" untuk kemajuan daerahnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat mengunjungi peserta Bimbingan Teknis Nasional Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Serta Peningkatan Kapasitas Leadership Bagi Aparatur Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Desa, di Hotel Aston Tropicana Bandung, Rabu (20/10/2021),.

Dikatakan, pejabat negeri tak perlu ragu mengamati apa yang ada di Bandung.

Serta meniru apa yang bisa di tiru dan modifikasi sesuai dengan kontekstual di daerah masing-masing.

“Jadi substansinya bisa sama. Tetapi karena desa kita berbeda, kota kita berbeda, kita modifikasi sesuai dengan peruntukannya itu. Itu yang utama. Jadi kalau saudara datang lalu pulang dan tidak bisa berbuat sesuatu, itu sama dengan mubazir. Sama dengan kita buang garam di laut. Masyarakat betul-betul bisa menikmati apa yang kalian pelajari di Bandung ini,” kata Louhanapessy.

Baca juga: Diakhir Masa Jabatan, Louhenapessy Ingatkan Para Pejabat Desa Pahami Konsep Smart City

Baca juga: BPJS Kesehatan Sudah Verifikasi 1.186 Kasus Covid-19 di Maluku, Total Klaim Capai Rp. 117,3 Miliar

Louhanapessy juga mengingatkan, 5 tahun kedepan Ambon akan bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia.

Hal tersebut menurutnya, akan menjadi problem ketika pemimpin dan masyarakat tidak siap dan akan tertinggal. 

“Jadi kalau saudara tidak mempersiapkan diri, saudara akan tersingkir, karena perubahan datang terus. Dari tempat ini saudara akan lihat apa yang bisa kita petik dari konsep ATM tadi. Ambon, kita buat sesuai dengan kondisi yang ada,”ungkapnya.

Menurutnya, kedepan tantangan yang paling berat yaitu penerapan kondisi smart city atau kota cerdas.

Dirinya meminta mulai dari camat, kades sampai dengan ketua-ketua saniri dan BPD harus memahami Smart City.

“Jangan kita memahaminya secara verbalistis, tapi kita tidak mengerti. Ke depan seluruh kota akan bersaing. Kita bersyukur dari 540 kota ada 100 kotak yang dijadikan pilot project. dan Ambon termasuk satu diantara 100,”ungkapnya.

Walikota mengungkapkan, tujuan akhir Smart City adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaan teknologi.

Dan penerapannya akan sampai ke tingkat kelurahan hingga negeri (desa).

Louhenapessy mengkhawatirkan, jangan sampai penerapannya sudah ditingkat kota, namun perangkat ditingkat kelurahan hingga desa memahami semuanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved