Breaking News:

Ambon Hari Ini

Senat IAIN Ambon Bubar Paksa Diskusi Mahasiswa, Tualeka; Kampus Gagal Jaga Demokrasi

Maluku Institut kecam aksi pembubaran paksa diskusi kelompok oleh Senat Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam (IAIN) Ambon.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Fandi Wattimena
Chalid Tualeka, Dewan Pembina Maluku Institut 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Maluku Institut kecam aksi pembubaran paksa diskusi kelompok oleh Senat Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam (IAIN) Ambon.

"Tindakan tersebut tentu sangat menciderai nilai demokratisasi di IAIN. Kampus gagal jaga iklim demokrasi," tegas Dewan Pembina Maluku Institut, Chalid Tualeka kepada TribunAmbon.com, Selasa (19/10/2021).

Menurutnya, kampus menjadi ruang menumbuh dan mengembangkan demokrasi, sehingga dalam aktifitasnya kampus harus menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim yang kondusif.

Sikap senat mahasiswa selaku perwakilan mahasiswa juga sangat menciderai kampus sebagai lembaga akademik.

"Malah ini dilakukan oleh senat selaku perwakilan mahasiswa, kan aneh," katanya.

Baca juga: Senat IAIN Ambon Bubar Paksa Diskusi Mahasiswa; Tuding Mereka Komunis

Baca juga: Bubarkan Diskusi dan Tuding Mahasiswa Komunis, Senat IAIN Ambon Didesak Minta Maaf

Dia pun memastikan akan melaporkan persoalan ini ke Dirjen Pendidikan Islam untuk menjadi evaluasi bersama.

"Kami akan melaporkan sebagai bahan evaluasi," tegasnya.

Lanjutnya, kampus harus bertanggungjawab akan persoalan tersebut sehingga kedepan tidak akan ada lagi kasus pembubaran paksa aktifitas belajar mahasiswa diluar bangku kuliah.

"Semoga ini menjadi kali terakhir kejadian seperti itu," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, diskusi kelompok di halaman kampus Institut Agama Islam (IAIN) Ambon dibubarkan paksa senat Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Senin (18/10/2021) sore.

Senat beralasan, tidak ada izin kegiatan diskusi tersebut.

Selain itu, komunitas penyelenggaran kegiatan juga dituding komunis oleh salah seorang anggota senat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved