Breaking News:

Virtual Charity Run and Ride

Bantu Sambung Listrik Warga Tidak Mampu, PLN Gelar PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride

Virtual Charity Run and Ride sendiri merupakan ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja kapan saja dan dapat “dicicil” jarak lari dan

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Humas PLN UIW MMU
Listrik PLN bagi masyarakat kurang mampu di seluruh pelosok Negeri. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM – PLN kembali menggelar kegiatan virtual charity run and ride pada 16 Oktober hingga 7 November 2021.

Virtual Charity Run and Ride sendiri merupakan ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja kapan saja dan dapat “dicicil” jarak lari dan bersepedanya untuk tujuan beramal.

Dengan mengangkat tema “Terang Negeriku, Tangguh Indonesiaku”, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-76.

Peserta akan diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari dan sepeda.

Baca juga: Fitur Makin Lengkap, Sekarang Bisa Beli Token Rp 5.000 di PLN Mobile

Setiap kilometer yang ditempuh oleh pelari dan pesepeda nantinya akan dikonversikan dalam bentuk rupiah yang nantinya digunakan untuk membiayai penyambungan listrik masyarakat tidak mampu.

PLN kembali menggelar kegiatan virtual charity run and ride pada 16 Oktober hingga 7 November 2021.
PLN kembali menggelar kegiatan virtual charity run and ride pada 16 Oktober hingga 7 November 2021. (Courtesy / Humas PLN UIW MMU)

“Di tengah pandemi, kami ingin mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Tak hanya itu, langkah kaki dan kayuhan sepedanya pun ini akan berguna yaitu menghadirkan listrik bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu,” tutur Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN, Syofvi Felienty Roekman.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan mandat oleh pemerintah untuk menyediakan listrik, PLN terus berupaya melistriki hingga ke seluruh pelosok negeri.

Baca juga: Jelang HUT Ke-76, PLN Luncurkan Program Super Dasyat

Data rasio elektrifikasi (perbandingan kepala keluarga berlistrik dengan total kepala keluarga) secara nasional, dalam lima tahun terkahir meningkat cukup signifikan.

Pada tahun 2015, rasio elektrifikasi baru sekitar 88 persen, sementara pada bulan Agustus lalu sudah mencapai 99,4 persen.

Selain kondisi geografis daerah terpencil yang sulit diakses, salah satu tantangan mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen adalah keterbatasan masyarakat kurang mampu untuk melakukan penyambungan listrik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved