Maluku terkini
Musim Panen, Sufri Buton Minta Bulog Maluku Serap Beras Petani Lokal
Menurut Sufri, penyerapan beras hasil produksi Kabupaten Buru dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal di daerah itu.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Buru, Sufri Buton meminta Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara kembali serap beras dari petani lokal.
Apalagi saat ini memasuki masa panen sehingga harga beras di tingkat petani bisa sesuai harapan.
Menurut Sufri, penyerapan beras hasil produksi Kabupaten Buru dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal di daerah itu.
"Mudah-mudahan Dinas Pertanian Provinsi bisa secepatnya berkoordinasi dengan Bulog (Maluku), supaya petani juga merasa senang, apabila bulog bisa mengambil beras dari petani di Kabupaten Buru," kata Buton kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (12/10/2021) siang.
Baca juga: Usai Berakhirnya Liga 3 Maluku, PSSI Maluku; Sekarang Kita Fokus ke Maluku FC
Baca juga: Gempa 3,5 SR Melanda Maluku Tengah di Kedalaman 10 Km, Dirasakan Kuat di Tehoru
Dia menuturkan, saat ini sudah memasuki musim panen.
Untuk itu, hasil produksi petani beras lokal bisa mempunyai peluang pasar yang jelas agar tidak merugi.
Musim panen biasanya dilakukan dalam satu tahun sebanyak dua kali, namun untuk penanaman sebanyak tiga kali.
"Dalam satu tahun dua kali panen dan tiga kali tanam, untuk panen ketiga sudah masuk pada Bulan Januari di awal Tahun," ungkap Buton.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa menindak lanjuti persoalan tersebut.
"Kita juga tetap berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi secara intens, terkait pengambilan beras," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Buru telah menyurati Dinas Pertanian Provinsi Maluku terkait penolakan beras lokal oleh Bulog Maluku.
"Jadi, kalau untuk penanganan Bulog, kita sudah bersurat ke Dinas Pertanian Provinsi, terkait dengan penerimaan beras dari petani masuk ke bulog," kata Buton
Menurutnya, Dinas Pertanian Kabupaten Buru sudah menyiapkan peralatan pendukung untuk menjaga kualitas beras petani lokal.
"Kita sudah punya mesin pengering dan penggiling, kapasitasnya 6-10 ton," katanya
Selain itu, pihaknya juga menyediakan pupuk untuk meningkatkan produksi pertanian.
"Selain itu ada bantuan pemerintah yang mendukung, seperti pemberian pupuk, supaya kualitas beras itu bagus," jelasnya.
Dengan demikian kualitas beras sesuai standar Bulog bisa terpenuhi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/12102021-sufri-buton.jpg)