Breaking News:

Maluku Terkini

Demo Dana Desa Ubung, Mahasiswa di Namlea-Pulau Buru Dihajar Preman

Tindak kekerasan itu terjadi di tengah aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Buru, Senin (11/10/2021) siang.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Mahasiswa menggelar unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Buru, Senin (11/10/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Seorang mahasiswa bernama Nasrun Buton dipukul sekelompok orang yang diduga preman.

Tindak kekerasan itu terjadi di tengah aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Buru, Senin (11/10/2021) siang.

Nasri sendiri berlaku sebagai koordinator aksi protes dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa Ubung.

"Setelah selesai berorasi, saya menyerahkan corong ke orator lain, kemudian pindah ke belakang ingin ambil air minum, namun tiba-tiba ada sekelompok orang menyerang saya, dan langsung melakukan pemukulan," kata Nasrun kepada TribunAmbon.com, saat diwawancari di Polres Pulau Buru, Senin.

Menurutnya, para pelaku pemukulan dikenalnya, mereka adalah warga desa Ubung .

"Saya kenal mereka, dan semuanya warga Desa Ubung, berinisial NU, S dan satunya biasa dipanggil Abang," ungkap Buton

Lanjutnya, dirinya dipukul sebanyak tiga kali, mulai dari bagian kepala hingga badan.

Baca juga: Kabupaten Buru Tempati Posisi Ke-3 Indeks Pembangunan Manusia di Maluku

Baca juga: Maluku Juga Termasuk Wilayah yang Mengalami Hari Tanpa Bayangan Oktober 2021, Begini Cara Lihatnya

"Saat terjadi insiden pemukulan, ada bahasa yang dikeluarkan oleh oknum, bahwa, kenapa sering demo Pejabat Desa Ubung," ujarnya

Usai pemukulan, mereka pun langsung pergi meninggalkan lokasi aksi.

Sementara itu, massa aksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolres Pulau Buru.

"Kami berharap, supaya demokrasi di Kabupaten Buru, tidak boleh dieksploitasi dengan tindakan seperti ini, karena demonstrasi yang saya lakukan, itu bukan persoalan pribadi, tapi bagaimana persoalan ini ditindak lanjuti, agar tidak menjadi budaya yang dipelihara oleh masyarakat di Kabupaten Buru,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved