Breaking News:

Nasional

Kapolri Usulkan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Jadi Korban Penembakan KKB

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengusulkan kenaikan pangkat untuk anggota Polri yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenja

Editor: Adjeng Hatalea
(Dok. Divisi Humas Polri)
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengusulkan kenaikan pangkat untuk anggota Polri yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Hal itu disampaikan Sigit saat menjenguk anggota Polri yang menjadi korban penembakan KKB, yakni Iptu Budi Basrah, Bharatu Yakob Tengkoe, dan Briptu Kenny Carlos Julian Kipuw.

Kapolri menjenguk ketiganya yang sedang dirawat di RS Bhayangkara Polda Papua.

"Kamu pangkatnya apa?" tanya Sigit kepada Bharatu Yakob Tengkoe, dikutip dari Antara, Rabu (29/9/2021).

"Bharatu Jenderal," jawab Bharatu Yakob Tengkoe. Kapolri lantas mengusulkan Bharatu Yakob Tengkoe bisa naik pangkat menjadi bharaka secepatnya.

Hal tersebut diamini oleh pejabat Polda Papua yang hadir mendampingi.

Dari keterangan pejabat Polda Papua, Sigit mendapatkan informasi bahwa sudah ada usulan kenaikan pangkat Bharatu Yakob Tengkoe.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyebutkan kondisi ketiga anggotanya yang terluka dalam operasi pengamanan di Papua sudah membaik.

"Kondisinya sudah membaik dan semoga cepat pulih. Untuk keluarga, supaya tabah," ucapnya.

Setelah mengetahui kondisi anggotanya yang terluka, Sigit pun meminta jajaran dokter yang merawat agar terus memantau dan memberikan yang terbaik, serta mengapresiasi atas pengorbanan dan keberaniaan anggota Polri yang menjalankan tugas negara di Bumi Cendrawasih.

"Tetap semangat! Terima kasih. Kamu sudah luar biasa. Kita bangga punya prajurit seperti kalian," kata Kapolri kepada anggota Polri yang sedang dirawat.

Adapun ketiga polisi itu terluka dalam kontak senjata dengan KKB. Penembakan tersebut dilakukan oleh KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.

Kondisi keamanan di Kiwirok mulai mengalami gangguan sejak 13 September 2021.

Waktu itu, KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo terlibat baku tembak dengan personel keamanan. Kelompok tersebut juga melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti puskesmas, sekolah, dan kantor bank.

(Kompas.com / Rakhmat Nur Hakim)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved