Breaking News:

Nasional

Tenaga Kesehatan di Daerah Rawan Harus Dapat Perlindungan dan Jaminan Keamanan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, tenaga kesehatan yang bertugas di daerah rawan

Editor: Adjeng Hatalea
(Humas Kemenko PMK)
Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, tenaga kesehatan yang bertugas di daerah rawan harus mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan.

Hal itu ia sampaikan terkait tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang menjadi korban aksi kekerasan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Siapa pun harus mendapat perlindungan dan pengamanan yang ketat. Terutama para petugas pelayan masyarakat seperti tenaga kesehatan yang ada di daerah rawan agar mereka bisa leluasa menjalankan tugas tanpa khawatir dan terancam," kata Muhadjir, dikutip dari siaran pers, Senin (20/9/2021).

Menurut Muhadjir, agar lebih menjamin keamanan para tenaga kesehatan, tidak perlu lagi membangun fasilitas layanan kesehatan di dekat markas TNI/Polri.

Sebab hal tersebut membutuhkan biaya yang lebih besar. Termasuk kemungkinan adanya persoalan tanah adat dan ulayat yang membuat pembebasan lahan menjadi tidak mudah.

"Menurut saya, ya aparatnya yang mendekati pusat-pusat pelayanan itu. Dibikin pos, didekatkanlah pos-pos penjagaan itu dengan pusat-pusat pelayanan," kata dia.

Muhadjir pun meyakini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) serta TNI/Polri sudah melakukan upaya pengamanan secara ketat dan cepat. Namun, kata dia, pengamanan bagi para petugas layanan masyarakat, seperti tenaga kesehatan atau guru, memerlukan pendampingan selama bertugas.

Selain itu, ia mengecam aksi kekerasan yang dilakukan KKB karena tenaga kesehatan dan pendidik telah menjadi korban.

"Ini sangat memprihatinkan karena yang jadi sasaran mereka yang selama ini melayani masyarakat Papua, yang dalam banyak hal masih tertinggal dibandingkan saudara-saudaranya yang lain," ucap dia. Baca juga: PB IDI Kutuk Keras Kekerasan yang Menewaskan T

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan, masyarakat di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, telah menemukan dua tenaga kesehatan yang sempat hilang pasca-penyerangan oleh KKB, pada Senin (13/9/2021).

"Rabu (15/9/2021) pukul 15.30 WIT, bertempat di Distrik Kiwirok, telah ditemukan dua orang tenaga medis yang hilang pascapenyerangan oleh KKB," ujar Kamal, melalui rilis, Kamis (16/9/2021).

Dari dua korban penyerangan yang ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman 30 meter, salah satunya telah meninggal dunia.

"Pukul 16.30 WIT, personel gabungan tiba di lokasi terlemparnya kedua korban, dan di temukan korban Kristina Sampe Tonapa dalam keadaan hidup, sementara untuk korban lain bernama Gabriela Meilan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kamal.

(Kompas.com / Deti Mega Purnamasari / Kristian Erdianto)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved