Breaking News:

Maluku Terkini

Peringatan Hari Nen Dit Sakmas di Maluku Sisakan Sampah

Sampah berserakan usai peringatan Hari Nen Dit Sakmas yang ke-3, 7 September 2021 lalu.

Penulis: Risman Serang | Editor: Salama Picalouhata
Peringatan Hari Nen Dit Sakmas di Maluku Sisakan Sampah
ISTIMEWA
Sampah berserakan di Taman Budaya Makam Nen Dit Sakmas di Ohoi Semawi, Kei Kecil, Tual, Maluku Tenggara.

Laporan Kontributor TribunAmbon.com Risman Serang

TUAL TRIBUNAMBON.COM - Sampah berserakan usai peringatan Hari Nen Dit Sakmas yang ke-3, 7 September 2021 lalu.

Diduga, banyak pengunjung yang
membuang sampah sembarangan di Taman Budaya Makam Nen Dit Sakmas di Ohoi Semawi, Kei Kecil, Tual, Maluku Tenggara itu.

Terhitung hampir minggu kedua usai kegiatan, sampah tersebut juga belum dibersihkan.

Hal tersebut dikeluhkan salah satu warga, Putri Leparisa Suripatty dalam laman facebooknya, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Bupati Maluku Tengah Gelontorkan Rp. 1,4 Milliar Bantu Warga Salahutu Terdampak Covid-19

Baca juga: Sambut Sekolah Tatap Muka, Siswa SMA di Maluku Tengah Mulai Disuntik Vaksin Covid-19

Dalam unggahan tersebut, Suripatty meminta agar pemerintah selaku penyelenggara kegiatan segera membersikan tumpukan sampah tersebut.

Postingan facebook Suripatty.
Postingan facebook Suripatty. (Screenshot status facebook Suripatty)

Menurutnya, pemerintah seharusnya tak menggelar kegiatan berpotensi terjadi keributan di halaman makam Nen Dit Sakmas.

"Makam tersebut adalah tempat situs sejarah yang sangat sakral dan harus dijaga, bukan tempat pertandingan lomba serta tempat hura-hura," ujar Suripatty.

Harusnya pemerintah lanjut dia, menjaga kesakralan makam karena memiliki makna tersendiri hingga tak boleh sewenang-wenang 

"Tidak sembarang orang masuk ke dalam lokasi makan Nen Dit Sakmas, apalagi hingga membuat keributan," ujar Suripatty.

Apalagi kata dia, kegiatannya tak bermakna dan hanya menyisakan sampah berserakan.

"Mereka yang melakukan kegiatan harus membersikan sampah yang masih berserakan di halaman makaam," kata dia.

Untuk diketahui, Nen Dit Sakmas diyakini sebagai salah satu putri permaisyuri Kepulauan Kei yang meletakan dasar hukum adat Kei Larvul Ngabal.

Peringatan Nen Dit Sakmas kemarin, dihadiri Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun hingga para tokoh agama dan tokoh masyarakat Pulai Kei Maluku Tenggara. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved