Sabtu, 2 Mei 2026

Cuaca Ekstrem Maluku

4 Kecelakaan Laut Terjadi di Perairan Maluku Awal Bulan September, 25 Awak Kapal Masih Dicari

Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon mencatat empat kecelakaan laut terjadi diawal bulan September 2021.

Tayang:
Basarnas Ambon
Personil Basarnas saat operasi pencarian nelayan hilang di Perairan Kota Tual, Minggu (5/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Badan SAR Nasional (Basarnas) Ambon mencatat empat kecelakaan laut terjadi diawal bulan September 2021.

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (3/9/2021), Kapal Motor (KM) Hentri terbakar di perairan Kepulauan Tanimbar.

Diduga kapal terbakar setelah dihantam gelombang tinggi.

"Atas kejadian tersebut 5 orang dinyatakan selamat 2 orang ABK meningal dan 25 lainya hilang," kata Mustari, Senin (13/9/2021) siang.

Selanjutnya, menimpa salah seorang nelayan, Abu Walalin dimana longboat miliknya mengalami mati mesin di perairan Dullah Utara, Maluku Tenggara, Minggu (5/09/2021).

Baca juga: Tim Sar Berhasil Evakuasi 5 Korban Selamat KM Hentri ke Tual

Baca juga: Laut Tidak Bersahabat, Basarnas Ambon Minta Bantuan Udara Cari ABK KM. Hentri

Korban akhirnya ditemukan selamat Tim SAR gabungan, Senin (6/9/2021).

"Nelayan Tersebut ditemukan terombang-ambing pada koordinat 5°33.528' S - 132°34.866' E masih di Perairan Pulau Dua Kabupaten Maluku Tenggara," katanya.

Kejadian berikutnya, sebuah Kapal Motor (KMP) Egron mengalami mati mesin di perairan Pulau Ambon, tepatnya di Tanjung Alang, perairan Pulau Ambon, Kamis (9/9/2021).

Kapal bermuatan 32 penumpang ini langsung dievakuasi Basarnas Ambon menggunakan KN Abimanyu, Kamis malam.

Kejadian terakhir, sebuah Kapal Motor (KM) Jervai yang bertolak dari Desa Drejol menuju Kota Dobo, mengalami mati mesin di perairan Tabarfane Kepulauan Aru.

Kapal kayu yang memuat 42 penumpang ini mulai dievakuasi tim Sar Gabungan pukul 18:43 Wit dengan mengunakan Kapal KP 3002 Polairud Polda Maluku Sabtu (11/09/2021).

"42 penumpang KM Jervai ini tiba di Pelabuhan Dobo pukul 23:03 Wit dengan selamat," pungkasnya.

Lanjutnya, empat kejadian kecelakaan laut itu disebabakan tinggi gelombang.

Operasi pencarian pun sempat terhalang cuaca buruk.

Untuk kejadian KM Hentri yang 25 ABK pada pencarian hari Ke-enam Ini masih terkendala Cuaca buruk di perairan Maluku yang menjadi faktor utama tim Sar gabungan belum bisa memaksimalkan pencarian hingga saat ini.

"Pencarian Jalur laut sedikit susah dikerenakan Gelombang Tinggi masih terjadi di perairan Maluku ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved