Cuaca Ekstrem Maluku
Cuaca Ekstrem di Perairan Pulau Buru, Kapal Ferry Penyeberangan Namlea-Ambon Dilarang Berlayar
Salah satunya KMP. Mayangan, yang sampai saat ini masih bertambat di Pelabuhan Penyebrangan Namlea, belum bisa beroperasi lantaran cuaca di laut masih
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Pelayaran armada penyeberangan Ferry rute Namlea – Ambon dihentikan sementara menyusul tinggi gelombang yang terjadi di perairan Pulau Buru, Maluku.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, tinggi gelombang di perairan Pulau Buru, mencapai 2,50 m - 4,0 meter.
Pantauan TribunAmbon.com di lapangan, pukul 11:50 WIT, Jumat (10/9/2021), sejak dikeluarkan peringatan dini gelombang tinggi oleh BMKG, seluruh aktivitas pelayaran mulai dihentikan.
Salah satunya KMP. Mayangan, yang sampai saat ini masih bertambat di Pelabuhan Penyebrangan Namlea, belum bisa beroperasi lantaran cuaca di laut masih memburuk.
KMP. Mayangan bertambat di pelabuhan sejak, Senin, (6/9/2021) kemarin.
Baca juga: Pembatasan Usia Angkot Jadi Kado HUT Kota Ambon Tahun Depan
Baca juga: Ini Titik Pemadaman Listrik Selama 5 Jam di Pulau Buru - Maluku
Hal ini dibenarkan, Koordinator Satuan Pelayanan (Kosatpel) Pelabuhan Penyebrangan Galala-Namlea, Zais Syukur, kapal ferry penyebrangan Namlea-Ambon masih belum bisa beroperasi.
"Masih menunggu jadwal cuaca dari BMKG, karena itu menjadi suatu rujukan," kata Syukur kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (10/9/2021) siang.
Dia melanjutkan, aktivitas pelayanan penyebrangan Namlea-Ambon, atau sebaliknya akan dilaksanakan setelah cuaca sudah membaik.
"Belum bisa dipastikan kapan kapal mulau beroperasi, kita menunggu info selanjutnya dari BMKG," tutur Syukur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kmp-mayangan.jpg)