Maluku Terkini

Kelompok Program CSR Pertamina Dilatih Bikin Kompos dan Eco-Enzyme dari Sampah Organik

Selain pelatihan-pelatihan, bantuan berupa dana dan peralatan juga sangat mendukung jalannya Bank Sampah Bumi Lestari yang dipimpinnya.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
Adjeng Hatalea
Kelompok penerima manfaat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina DPPU Pattimura mengikuti Pelatihan dan Diversifikasi Sampah Organik untuk pembuatan kompos dan Eco-Enzyme, Rabu (8/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kelompok penerima manfaat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina DPPU Pattimura mengikuti Pelatihan Inovasi dan Diversifikasi Sampah Organik untuk pembuatan kompos dan Eco-Enzyme.

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Air Manis, Desa Laha, Teluk Ambon, Kota Ambon, Rabu (8/9/2021) ini bertujuan agar peserta tidak lagi membuang sampah organiknya, melainkan mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai terutama dalam mendukung kebutuhan rumah tangga.

Operation Head Pertamina DPPU Pattimura, Tengku Nazwar mengungkapkan, terdapat tiga penerima manfaat program yang dilibatkan dalam kegiatan teritegrasi tersebut.

Yakni, Bank Sampah Bumi Lestari Maluku, Paud Sadar Lingkungan, dan Desa Tangguh Bencana (Setana).

Produk eco-enzyme yang dihasilkan kelompok penerima program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina DPPU Pattimura.
Produk eco-enzyme yang dihasilkan kelompok penerima program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina DPPU Pattimura. (Adjeng Hatalea)

Dia menyebutkan, ketiga program ini telah dijalankan sejak 2019 lalu dengan durasi lima tahun.

“Kita pendekatan sekitar lingkungan kerja, membantu masyarakat sekitar untuk bisa menjalankan program yang mereka tekuni kita bantu untuk pengembangannya. Harapan sih ke depannya yang sudah kita bantu selama ini bisa dijalankan secara mandiri, sehingga dia dapat berkelanjutan dan tidak berhenti sampai di situ,” ucap dia kepada TribunAmbon.com.

Salah satu penerima manfaat program CSR ini mengaku, kapasitas dirinya berkembang sejalan dengan pelatihan-pelatihan yang selama ini digelar oleh PT Pertamina DPPU Pattimura.

Selain pelatihan-pelatihan, bantuan berupa dana dan peralatan juga sangat mendukung jalannya Bank Sampah Bumi Lestari yang dipimpinnya.

“Dengan adanya pendampingan dari CSR Pertamina ini, maka Bank Sampah Bumi Lestari ini bisa berkembang dengan baik dan Alhamdulillah bisa maju selangkah ke depan. Bantuan yang diberikan dari DPPU Pertamina Pattimura itu berupa bantuan dana, pelatihan dan peralatan itu untuk kemajuan dan keberlangsungan,” aku Direktur Bank Sampah Bumi Lestari, Sarti Wally.

Sementara itu, sebagai Fasilitator Destana, Taher Soakil mengaku, baru mengetahui manfaat eco-enzyme saat terlibat sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.

Nantinya, ilmu yang didapatkan dalam pelatihan tersebut akan dibagikan ke anggota kelompok Destana lainnya.

“Harapannya dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan intergrasi, sebagai program penambahan ilmu dan wawasan. Kebetulan di program Destana juga ada pelatihan hydroponic. Mengikuti kegiatan ini bisa menjadi ilmu yang bisa diterapkan ke tim Destana. Secara pribadi saya sangat bersyukur bisa mendapatkan ilmu terkait dengan kompos. Sementara eco-enzyme saya juga baru tahu ternyata seperti itu pemanfaatannya dan akan sangat bagus digunakan sebagai nutrisi bagi tanaman hydroponic,” ujar Taher.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved