Breaking News:

Maluku Terkini

Buang Sampah di Kawasan Mangrove Teluk Ambon Bakal Terekam Kamera CCTV

Kamera Closed-Circuit Television (CCTV) akan dipasang di Kawasan Hutan Mangrove, Jalan Wolter Monginsidi, Passo, Baguala, Kota Ambon, Maluku.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Salama Picalouhata
Foto Istimewa
Reklamasi di pesisir Pantai Halong Teluk Ambon. Hutan mangrove dibabat habis. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kamera Closed-Circuit Television (CCTV) akan dipasang di Kawasan Hutan Mangrove, Jalan Wolter Monginsidi, Passo, Baguala, Kota Ambon, Maluku.

Pemasangan kamera CCTV dilakukan agar kawasan magrove terhindar dari pencemaran sampah.

"Kami akan pasang CCTV. Jika ada yang tertangkap CCTV membuang sampah di kawasan mangrove, maka akan diberi sanksi tegas sehingga memberikan efek jera bagi warga," ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Maluku, Sadli kepada awak media, Selasa (7/9/2021) sore.

Selain CCTV, pihaknya juga akan memasang jaring untuk melindungi kawasan mangrove dari sampah.

"Kami juga akan memasang jaring agar tidak ada yang membuang sampah lagi," ucap dia.

Baca juga: Tarif Angkot di Ambon Naik, Rovik Akbar Afifuddin; Beban Baru Masyarakat

Baca juga: Keberatan Tarif Angkot Naik, Ombudsman; Membebani Rakyat Kecil

Dia melanjutkan, jaring akan dipasang terutama di Pantai Desa Poka, kecamatan Teluk Ambon.

"Juga di depan ruas jalan wilayah itu untuk mencegah warga membuang sampah secara langsung,"ungkapnya.

"Sampah yang menutupi kawasan mangrove ini, umumnya dibuang warga di kawasan lain dan terbawa ombak saat air pasang, maupun dibuang warga sekitar," tandasnya.

Sadli mengaku, pihaknya telah mengangkut 350 kilogram sampah di lokasi tersebut, pekan lalu.

Sampah yang tersangkut di akar mangrove berupa potongan kayu bekas bangunan dan tebangan pohon, sampah plastik, sampah rumah tangga, botol air mineral bekas, styrofoam, bahkan kasur hingga ban mobil bekas yang dibuang begitu saja.

Aksi pekan lalu tersebut, melibatkan Kesatuan Pengelola Hutan Ambon, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Waehapu Batu Merah dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved