Pembelajaran Tatap Muka

Wakil Rakyat Minta Pemkot Ambon Segera Siapkan Skema Pembelajaran Tatap Muka

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera siapkan skema Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Ridwan
AMBON: Suasana kelas kosong di SD Negeri 93 Kota Ambon, Senin (23/8/2021). 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera siapkan skema Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Menurutnya, berdasarkan peta zonasi penyebaran Covid-19 di Maluku telah berada di resiko rendah atau zona kuning.

Hal ini menunjukkan perkembangan penanganan Covid-19 yang signifikan.

Untuk itu, Kota Ambon seharusnya sudah bisa melaksanakan PTM.

Ia menyebutkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim telah memberikan arahan bahwa wilayah penerapan PPKM Mikro level 1 hingga 3 sudah bisa melaksanakan PTM.

Menurutnya, arahan Mendikbud sudah jelas, tinggal bagaimana Pemerintah Kota Ambon lewat Dinas Pendidikan menyiapkan skema PTM sesuai standar protokol kesehatan.

"Skema untuk pelaksanaan PTM sudah harus disiapkan, terutama menyangkut dengan teknis pembelajaran sesuai protokol kesehatan," ucap Rustam kepada Wartawan, Kamis (3/9/2021) siang.

Dia menerangkan, dalam situasi ini sebenarnya PTM sudah bisa dilaksanakan, namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Yakni wajib memakai masker, cuci tangan, serta pembagian jumlah siswa 50 persen maupun pengaturan sift belajar siswa.

"Sudah saatnya PTM dilaksanakan di Ambon. Bukan saja menguntungkan siswa dari sisi pendidikan, melainkan perekonomian masyarakat akan kembali meningkat," kata Rustam Latupono kepada wartawan, Kamis (2/9/2021) siang.

Politisi partai Gerindra ini menyadari pandemi Covid-19 membawa dampak perubahan pada pola pembelajaran dari tatap muka (konvensional) menjadi daring.

Kondisi itu menjadi tantangan bagi para guru maupun murid yang sebelumnya terbiasa dengan pola dan model tatap muka.

Namun, penerapan pembelajaran dalam jaringan (daring) banyak memberikan hambatan dan kendala bagi para guru, murid, maupun orang tua.

Hal ini menurutnya, tidak efektif.

Dikatakan, banyak faktor penghambat dari pola belajar daring, misalnya ketersediaan infrastrukur, persebaran jaringan internet yang belum merata, sampai pengetahuan juga keterampilan dalam memanfaatkan dan mengelola kegiatan belajar mengajar (KBM) daring yang minim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved