Breaking News:

Global

Perlindungan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Dilaporkan Menurun Setelah 6 Bulan

Perlindungan vaksin buatan Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca terhadap Covid-19 dilaporkan menurun dalam waktu enam bulan.

Editor: Adjeng Hatalea
Paul ELLIS / AFP
Gambar kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC di Macclesfield, Cheshire pada tanggal 21 Juli 2020. 

LONDON, TRIBUNAMBON.COM – Perlindungan vaksin buatan Pfizer-BioNTech dan Oxford- AstraZeneca terhadap Covid-19 dilaporkan menurun dalam waktu enam bulan.

Temuan tersebut dilaporkan oleh para peneliti di Inggris berdasarkan hasil studi mereka sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (25/8/2021).

ZOE COVID Inggris melaporkan, setelah lima hingga enam bulan, efektivitas vaksin Pfizer- BioNTech dalam mencegah infeksi Covid-19 turun dari 88 persen menjadi 74 persen.

Untuk vaksin Oxford- AstraZeneca, efektivitasnya turun dari 77 persen menjadi 67 persen setelah empat hingga lima bulan. Reuters melaporkan, studi tersebut didasarkan pada data dari lebih dari 1,2 juta hasil tes.

Analisis data sebelumnya menunjukkan bahwa kedua vaksin itu memberikan perlindungan setidaknya selama enam bulan.

Baca juga: Kasus Covid-19 pada Anak-anak Melonjak di AS, Ahli Peringatkan Bisa Semakin Buruk

Baca juga: Biden Dapat Laporan Intelijen Tak Meyakinkan soal Asal-usul Covid-19

Peneliti utama dalam studi ZOE COVID tersebut, Tim Spector, menuturkan bahwa perlindungan bisa turun di bawah 50 persen untuk warga lanjut usia (lansia) dan petugas kesehatan saat musim dingin.

Kepada BBC, Spector mengatakan bahwa berdasarkan hasil studi tersebut, tindakan tambahan diperlukan.

“Kita tak bisa cuma duduk dan melihat perlindungan perlahan memudar sementara kasus masih tinggi dan kemungkinan infeksi juga masih tinggi," kata Spector.

Reuters mewartakan, temuan studi tersebut juga menggarisbawahi kemungkinan perlunya vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Di sisi lain, Inggris mulai berencana mengampanyekan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau dosis booster akhir tahun ini.

Rencana tersebut mengemuka setelah penasihat vaksinasi terkemuka Inggris menilai perlunya memberikan dosis booster kepada lansia dan kelompok rentan mulai September.

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved