Breaking News:

Ambon Terkini

Awas! Tembakau Gorila Paling Banyak Beredar di Kota Ambon

Yakni sebanyak 75.99 gram yang diamankan dari 12 tersangka dalam 7 kasus penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Kasat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Jufri Jawa mengungkapkan tingginya peredaran narkotika jenis baru, yakni tembakau sintetis di Kota Ambon.

Hal itu dilihat dari banyaknya barang bukti yang ditemukan dalam pengungkapan kasus di semester pertama 2021.

Yakni sebanyak 75.99 gram yang diamankan dari 12 tersangka dalam 7 kasus penyalahgunaan narkoba.

"Memang jumlah kasusnya sedikit ada 7 kasus dari 24 kasus yg terungkap namun Dari barang bukti yang diamankan paling banyak adalah tembakau sinte," terangnya.

Lanjutnya, dari data tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa tembakau sintetis mudah didapat di kota berjuluk manise ini.

Harganya yang murah, berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per paket menjadikanya paling dicari.

Baca juga: Kedapatan Buang Sampah di Kawasan Ahuru-Ambon, Seorang Sopir Kena Teguran Keras Warga

Baca juga: Aksi Ambil Paksa Jenazah Covid-19 Kembali Terjadi di RSUD Masohi-Maluku Tengah

Pembelian tembakau sintetis juga terhitung mudah, dari sejumlah kasus diketahui barang haram itu dipasarkan melalui online shop dan media sosial serta penyebaran dari mulut ke mulut.

"Online shop dan media sosial yang membuat tembakau sintesis mudah di dapat," pungkasnya.

Kebanyakan pengguna tembakau sintesis yakni rerata berusia diantara 20 hingga 45 tahun.

"Lebih mudah didapat," cetusnya.

Berdasar kondisi tersebut, Satresnarkoba pun bekerjasama dengan pihak pelabuhan, bandara, Bea cukai, BNNP Maluku serta jasa pengeriman barang untuk ikut mengawasi peredarannya.

Diketahui, narkoba jenis sintetis efeknya lebih buruk dibandingkan narkotika alami seperti ganja, heroin dan kokain.

Dalam kebanyakan kasus, penggunaan rutin narkoba jenis ini bisa menyebabkan sakit kepala, agitasi, tremor dan insomnia ketika dihentikan.

Dalam kasus lain, mungkin ada perubahan kondisi mental akut, paranoia, gangguan pikiran, halusinasi, suasana hati yang buruk, cemas hingga pikiran untuk bunuh diri. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved