Rabu, 15 April 2026

Ambon Terkini

Euforia Medali Emas GreyAp Olimpiade Tokyo, Penjualan Raket Meningkat di Ambon

Euforia kemenangan ganda putri badminton Indonesia dalam Olimpiade Tokyo itu terasa hingga di kota Ambon.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Hardy, Pemilik Toko Raket mengaku Penjualan Meningkat pasca kemenangan ganda putri badminton Indonesia 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kemenangan pasangan Greysia Polly dan Apriyani Rahayu menjadi hadiah manis bagi Indonesia.

Euforia kemenangan ganda putri badminton Indonesia dalam Olimpiade Tokyo itu terasa hingga di kota Ambon.

Hal itu terbukti dengan meningkatnya penjualan raket dan shuttle cock di Kota Ambon.

Seorang pemilik toko olahraga sekaligus pemerhati Badminton di Ambon, Hardy (52) mengaku mengalami peningkatan penjualan raket.

"Memang ada animo masyarakat yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir, saya rasa itu juga berkat kemenangan ganda putri Indonesia di ajang olimpiade," Ujar Hardy saat ditemui di Toko olahraga miliknya, Jl. Tulukabessy, No.15, Sirimau, Ambon, Kamis (5/8/2021) siang.

Peningkatan penjualan raket dan shuttle cock tersebut termasuk yang terbesar di bulan ini, berkat medali emas yang dipersembahkan oleh ganda putri Indonesia.

"Ya kita patut bangga, ganda putri kita bisa dapat Emas, animonya juga luar biasa," ujarnya.

Baca juga: 7 Kapal Perintis Berhenti Beroperasi, Distribusi Bapok ke Sejumlah Daerah di Maluku Tetap Lancar

Baca juga: Penggunaan Tembakau Sinte Marak di Kota Ambon, Jufry Jawa; Didominasi, Karena Harganya Murah 

Ia mengatakan, dalam sepekan terakhir banyak anak-anak yang datang untuk meminta cock bekas untuk dimainkan di rumah.

"Banyak anak-anak yang datang minta cock bekas kesini, sangat menyenangkan melihat badminton mulai dikenal di Ambon," kata dia.

Pantauan TribunAmbon.com dilokasi, Hardy menjual raket berbagai merek, baik lokal maupun merek internasional.

Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp.150 ribu hingga Rp. 3 juta untuk satu unit raket.

Sedangkan untuk shuttle cock sendiri, 1 tabung berkisar antara Rp. 80 ribu hingga Rp. 360 ribu.

Hardy mengaku, raket dibawah harga Rp. 500 ribu lebih laris terjual ketimbang raket dengan harga diatas angka itu.

Dia pun cukup senang, karena kemenangan tim Indonesia juga berdampak kepada usahanya.

Harapan akan kemenangan tim Indonesia dalam cabang olahraga lainnya juga menjadi harapan Hardi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved