Breaking News:

Kasus Narkoba di Maluku

Penggunaan Tembakau Sinte Marak di Kota Ambon, Jufry Jawa; Didominasi, Karena Harganya Murah 

Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease, AKP Jufri Jawa menyebutkan penggunaan narkoba Jenis sintesis marak di Kota Ambon.

Ode Alfin Risanto
Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon Dan Pulau- pulau Lease, AKP Jufri Jawa. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease, AKP Jufri Jawa menyebutkan penggunaan narkoba Jenis sintesis marak di Kota Ambon.

Pihaknya mencatat, dari 24 kasus yang ditanganinya dalam 6 bulan terakhir, 50 persen kasus diketahui menggunakan tembakau sintesis.

Sisanya, masing-masing 25 persennya adalah ganja dan sabu-sabu.

"Peredaran narkoba cukup tinggi dan narkoba jenis sintesis atau sering di sebut sinte yang banyak kita tangani kasusnya," kata Kasat Narkoba Polresta Ambon AKP Jufri Jawa kepada Tribun Ambon.com di ruang kerjanya, Kamis (5/8/2021) pagi.

Jufri menyimpulkan, dari keterangan tersangka yang diperiksa, maraknya narkoba jenis sinte karena harga jualnya terbilang cukup murah.

Baca juga: Polresta Ambon Ungkap 24 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Jufry; Banyak Kasus Gunakan Jasa Pengiriman

Yakni, Rp. 200.000 per paketnya. Bila dibandingkan dengan ganja Rp. 500.000 dan sabu Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 per paketnya.

Pihaknya berkomitmen akan memberantas narkoba di wilayah hukumnya.

Untuk diketahui, narkoba jenis sintetis efeknya lebih buruk dibandingkan narkotika alami seperti ganja, heroin dan kokain.

Dalam kebanyakan kasus, penggunaan rutin narkoba jenis ini bisa menyebabkan sakit kepala, agitasi, tremor dan insomnia ketika dihentikan.

Dalam kasus lain, mungkin ada perubahan kondisi mental akut, paranoia, gangguan pikiran, halusinasi, suasana hati yang buruk, cemas hingga pikiran untuk bunuh diri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved