Senin, 11 Mei 2026

Maluku Terkini

NPC Maluku Akan Kirimkan 33 Atlet Ke Peparnas Papua

National Paralympics Commite (NPC) Maluku akan mengikutsertakan 33 atlet difabel untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua.

Tayang:
ISTIMEWA
Adyos Astan, Petenis meja Maluku yang akan berlaga di Peparnas Papua 2021 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - National Paralympics Commite (NPC) Maluku akan mengikutsertakan 33 atlet difabel untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua.

Hal itu disampaikan langsung Pembina Organisasi National Paralympic Commite (NPC) Maluku, Ferry Nahusona.

"Kalau berita yang beredar kan 25 - 30 atlet, tapi kami akan kirim 33 atlet ke Peparnas Papua," Ujar Nahusona saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Rabu (4/8/2021) pagi.

Nahusona mengatakan, dari 33 atlet tersebut ada 6 cabang olahraga (Cabor) yang diikutsertakan NPC Maluku.

Enam cabang olahraga tersebut adalah Badminton, Atletik, Tenis meja, Renang, Catur, dan Menembak.

Dua atlet kebanggaan Maluku yang sedang berlaga di Paralimpiade Tokyo pun akan ikut serta dalam Peparnas Papua nanti.

Lanjutnya, ia menambahkan dari keenam cabang olahraga tersebut, NPC Maluku menargetkan perolehan 10 medali emas pada Peparnas kali ini.

"Target kami optimis 10 emas di Peparnas Papua nanti," kata dia.

Menurut pengakuan Nahusona, sebelumnya, pada perhelatan Peparnas Jawa Barat di tahun 2016 lalu, NPC Maluku sudah menorehkan 10 medali emas namun 1 medali emasnya dicabut karena faktor tertentu.

"Waktu di Bandung kita dapat 10 emas, tapi karena ketidaktahuan salah satu atlet konsumsi obat dari dokter yang ternyata mengandung dopping, maka 1 medali dicabut, dan kali ini harus 10 medali lagi," kata dia.

Meski demikian, Nahusona mengaku, dalam 3 kali perhelatan Peparnas terakhir, atlet Peparnas Maluku selalu berhasil membawa target medali yang lebih banyak dari atlet Pon.

"Sudah 3 kali Peparnas perolehan medali melebihi Pon tapi kita tidak gembar-gembor," kata dia.

Nahusona berharap, pihaknya mendapatkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Maluku, terutama dari Pemerintah dan insan pemerhati olahraga.

"Kita berharap masyarakat dan semua pihak temasuk Pemerintah, dan semua unsur pemerhati olahraga memberikan dukungan bukan hanya kepada Pon tapi juga Peparnas, karena memang Pon bulan Oktober, tapi sebulan kemudian Peparnas," ucapnya.

Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional bagi atlet penyandang disabilitas Indonesia.

Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, dimana atlet dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved