Senin, 13 April 2026

Sosok

Sosok Ellyas Pical, Putera Saparua-Maluku Juara Dunia Tinju Pertama Indonesia

Seorang putra daerah asal Ullath, Saparua, Maluku, pernah menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah Olahraga dunia, khususnya Tinju.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kompas.com
Ellyas Pical, petinju dunia pertama dari Indonesia 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang putra daerah asal Ullath, Saparua, Maluku, pernah menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah Olahraga dunia, khususnya Tinju.

TribunAmbon.com, mencoba mengulas biografi sosok Ellyas Pical, yang dikenal ramah di insan tinju Maluku, Senin (2/8/2021) siang.

Ialah Ellyas Pical, atau Elly begitu dia disapa di kampungnya halamannya, sebuah desa yang berpenduduk kurang lebih 1.080 Jiwa.

Lahir di Ullath, Saparua, Maluku Tengah, 61 tahun silam, Elly merupakan petinju Indonesia yang merupakan juara dunia pertama dari bumi Pertiwi.

Elly kecil adalah seorang pencari mutiara alami, yang menyelam sampai ke dasar laut untuk mencari mutiara alam.

Hal itu juga yang membuat Elly kecil mengalami gangguan pendengaran.

Kecintaannya kepada olahraga tinju, dimulai sejak ia menyaksikan pertandingan legenda tinju dunia, Muhammad Ali, pada salah satu siaran televisi.

Berbekal kecintaannya pada Muhammad Ali, Pical mulai menggeluti olahraga tinju ketika ia menginjak usia 13 tahun.

Namun, hobi Elly kecil itu rupanya ditentang oleh kedua orang tuanya, ia pun harus memutar otak dengan berlatih sembunyi-sembunyi.

Ibarat pepatah, usaha tak akan mengkhianati hasil, Sebagai petinju amatir yang bermain di kelas terbang, Elly kerap menjadi juara mulai dari tingkat kabupaten hingga kejuaraan Piala Presiden.

Karier profesional Elly dimulai pada tahun 1983 dalam kelas Bantam Junior.

Sejak itu, berturut-turut sederet prestasi tingkat dunia diraihnya.

Ia pun dikenal dengan julukan "The Exocet" di laga profesional pertamanya, Elly mampu mengalahkan petinju asal negri ginseng, Korea Selatan, Hi-yung Chung di depan publik Korea dengan kemenangan angka 12 ronde pada 19 Mei 1984.

Julukan The Exocet atau Peluru kendali anti kapal didapatkan berkat Pukulan Hook dan Uppercut kirinya yang terkenal cepat dan keras itu.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved