Breaking News:

Pasar Apung Mardika

Bukan Cuma Sepi, Pasar Apung Mardika Ambon Juga Dipenuhi Sampah

Sejumlah sampah masih berserakan di bibir Pantai Mardika yang di atasnya berdiri Pasar Apung sebagai tempat berjualan pedagang.

TribunAmbon.com/Ridwan
AMBON: Sampah plastik berserakan di bibir pantai dekat pasar apung Mardika, Kota Ambon, Jumat (30/7)2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah sampah masih berserakan di bibir Pantai Mardika yang di atasnya berdiri Pasar Apung sebagai tempat berjualan pedagang.

Sampah yang menghiasi sepanjang bibir pantai itu membuat kondisi pasar apung terlihat tidak steril dan kurang nyaman dilewati.

Menurut sebagian pedagang yang menempati pasar tersebut, sampah kebanyakan berasal akibat sapuan air laut.

"Mungkin sampah dari laut, terbawa kesini," kata Ahmad kepada TribunAmbon.com, Jum'at (30/7/2021).

Dia bersama beberapa pedagang lainnya menyesalkan karena tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Sampah-sampah tersebut menurutnya sangat menggangu dan bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi pedagang maupun pembeli.

Baca juga: Sebulan Berjualan di Pasar Apung, Lapak Pedagang di Blok Belakang Tidak Pernah Disinggahi Pembeli

"Terlalu banyak masalah di tempat baru ini," ungkapnya

Lanjutnya, semenjak pindah ke sana dia mendapatkan banyak masalah mulai dari lapak yang kecil, kawasan kotor hingga tidak adanya aliran listrik.

Berbagai macam kendala tersebut membuat hingga saat ini para pedagang belum bisa mulai menjajakkan barang dagangannya.

Dia menyebut pemerintah tidak perduli dengan nasib mereka dan hanya mementingkan urusan yang lain.

Pasalnya, jarang sekali pihak pemerintah datang melihat keadaan pedagang disana semenjak mereka pindah bulan Juni lalu.

Sebelumnya, para pedagang ini berjualan di gedung putih Mardika, namun karena alasan revitalisasi mereka akhirnya direlokasi ke pasar apung.

Ditempat barunya, mereka diwajibkan membayar sejumlah uang yakni dari Rp 2 juta hingga Rp 4 juta untuk biaya sewa lapak yang dinilai tidak layak karena kotor dan kecil.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved