Breaking News:

Maluku Terkini

Sering Diberitakan Buruk oleh Media, Murad Ismail; Profesional Sedikit Lah

Dia menyebut, media sering kali memberitakan hal yang sama secara terus menerus dan berharap media bersikap profesional.

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu | Editor: Salama Picalouhata
Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
Gubernur Maluku, Murad Ismail. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Berulang kali diberitakan dengan narasi buruk oleh sejumlah media membuat Gubernur Maluku, Murad Ismail mengungkapkan kekecewaannya.

Murad mengaku, sering kali membaca dan menemukan pemberitaan negatif tentang kebijakan yang dilakukan pemerintah.

"Kalau baca berita itu isinya semua sama," keluh Murad saat acara penyerahan sembako di pelataran Mesjid Al Fatah Ambon, Senin (26/7/2021).

Dia menyebut, media sering kali memberitakan hal yang sama secara terus menerus. Dia juga berharap media bersikap profesional.

Baca juga: Murad Ismail ; Saya Tidak Ingin Lagi Jadi Gubernur, Kecuali Diminta Masyarakat

Dirinya sering mendapati berita-berita dengan judul yang berbeda namun ketika dibaca isinya semua sama saja yakni memojokkan pemerintah.

"Profesional sedikit lah," cetusnya.

Selain itu, Murad juga memberikan cibiran terhadap sejumlah masyarakat yang selalu memberikan kritik untuknya.

"Yang kritik-kritik itu tidak masuk akal," cetusnya

Lanjutnya, sebagian besar masyarakat yang selalu kontra dengan kebijakan pemerintah tidak mengerti cara membangun Maluku.

Baca juga: Murad Ismail; Demonstrasi Mahasiswa Bikin Investor Malas Melirik Maluku

Pasalnya selama masa jabatannya dia menilai sudah mencoba memberikan yang terbaik melalui pembangunan infrastruktur.

Bahkan direncanakan Pemprov akan membangun Ambon New Port dengan dana senilai 5 triliun di Desa Waai untuk menggantikan pelabuhan Yos Sudarso yang sudah terlalu kecil.

Diketahui, selama 2 tahun lebih masa pemerintahan Murad Ismail - Barnabas Orno, sejumlah masyarakat masih belum puas dengan kinerja mereka dibuktikan dengan aksi demonstrasi yang sering kali dilakukan karena tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan yang pemerintah lakukan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved