Lumbung Ikan Nasional
November Mendatang, Jokowi Bakal Letakan Batu Pertama Pembangunan Ambon New Port
Kepala Bagian Tata Usaha, KSOP Ambon, Abdi Sabda menyebutkan, peletakan batu pertama itu akan dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Peletakan batu pertama pembangunan Ambon New Port di Desa Waii, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah rencananya dilaksanakan pada November 2021 mendatang.
Kepala Bagian Tata Usaha, KSOP Ambon, Abdi Sabda menyebutkan, peletakan batu pertama itu akan dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo.
"Nanti November minggu pertama mulai groundbreaking. Pak Jokowi yang nanti melakukan peletakan batu pertama ini,” sebutnya saat diwawancarai di kantornya, Selasa (27/6/2021) pagi.
Dia menerangkan, saat ini proses pembangunan Ambon New Port telah memasuki tahap persiapan.
Sosialisasi tentang pembangunan ini bagi masyarakat setempat juga telah dilakukan pada 22 Juni 2021 lalu.
“Pada umumnya semua masyarakat senang, karena itu pembangunan. Masyarakat istilahnya semua setuju untuk pembebasan lahan, adil dan layak untuk penggantiannya. Sejauh ini, mereka belum ada kendala,” sebut dia.
Kemudian persiapan dilanjutkan dengan pendataan awal yang kini tengah berjalan.
Dari hasil pendataan itu akan menjadi rujukan bagi Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk mengusulkan ganti rugi bagi masyarakat setempat yang lahannya akan dibebaskan untuk pembangunan Ambon New Port.
Baca juga: 587 Penumpang KM. Tidar di Pelabuhan Namlea-Buru Dievakuasi dalam Waktu 4 Jam 30 Menit
Baca juga: Terjunkan Tugboat Berkekuatan 2.200 Tenaga Kuda, KM Tidar Dipastikan Tidak Kandas Abadi
“Pendataan siapa yang punya, apa saja yang ad di sana. Ini yang nanti menjadi dasar KJPP. Independen mereka mah,” sambungnya.
Adapun tanah berpenduduk seluas 200 hektar yang akan dibebaskan untuk pembangunan Ambon New Port.
Berada di pesisir laut, persisnya di Pantai Hok dan melewati tiga dusun di kawasan itu, seperti Dusun Batu Naga dan Batu Dua.
Sejumlah fasilitas yang akan dibangun di pelabuhan terintegrasi ini, di antaranya terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro (roll on - roll off), pelabuhan perikanan (TPI dan tempat pengolahan ikan), kawasan industri logistik, terminal LNG Liquid natural gas dan power plant, dengan panjang total dermaga 1000 m (ultimate).
Abdi menyebutkan, dana sebesar Rp. 81 milliar dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan proyek ini.
Nilai tersebut berubah di tiap tahun hingga penyelesaian proyek pada 2023 mendatang.
“Tahap pertama 2023 targetnya sudah selesai. Rp. 81 M untuk konstrusi dan persiapan,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ksop-ambon-abdi-sabda.jpg)