Maluku Terkini
Tangani Kasus Pertama, Operasi Kranioplasti di RSUP Leimena Libatkan Tim Ahli Bedah dari Makassar
Untuk pertama kalinya, salah satu tindakan operasi bedah saraf yang dinamakan kraniektomi dekompresi plus evakuasi hematom dilakukan di RSUP Leimena
Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Untuk pertama kalinya, salah satu tindakan operasi bedah saraf yang dinamakan kraniektomi dekompresi plus evakuasi hematom dilakukan di RSUP dr. J. Leimena Ambon, Kamis (17/6/2021).
Operasi itu dilakukan terhadap seorang pasien asal Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang mengalami Traumatic Brain Injury (TBI) karena adanya kecelakaan tunggal lalu lintas di jalan raya kemudian dilakukan operasi bedah saraf lanjutan yang kedua, dinamakan kranioplasti.
Diketahui operasi kedua (kranioplasti), pemasangan kembali tulang tengkorak pasien itu dilaksanakan di RSUP dr. J Leimena Ambon bekerja sama dengan tim Ahli Bedah Saraf dari RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar di bawah pimpinan Prof. DR. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS.
“Tindakan operasi untuk kraniektomi dekompresi merupakan kasus yang pertama. Saat ini kami mendapatkan dukungan dari tim ahli bedah saraf dari RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar,” ujar Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP dr. J Leimena Ambon, dr. Yan Aslian Noor,MPH saat diwawancarai, Sabtu (24/7/2021).
Pasien perempuan berusia 56 tahun itu mengalami pendarahan parah dan sempat koma akibat penggumpalan darah di otak kanannya setelah mengalami kecelakaan di Piru, SBB.
Sempat menjalani perawatan di RSUD Piru selama empat hari, pasien lalu dirujuk ke RSUP dr. J Leimena pada 16 Juni 2021 lalu.
“Di mana pasien dengan cedera kepala yang berat saat itu datang rujukan dari Piru setelah empat hari dirawat, kemudian dilakukan operasi di (RSUP) Leimena. Mengalami penurunan kesadaran dan koma pada waktu itu,” tutur dr. Yan.
Tim ahli bedah RSUP Dr.J.Leimena bersama tim ahli bedah saraf RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo mengambil tindakan pertama dengan melakukan operasi untuk mengeluarkan bekuan darah di otak dan melepas tulang tengkorak pasien.
Setelah melakukan operasi pertama, selanjutnya pasien menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU.
“Pasien itu sekarang sudah sadar dan bisa berbicara, kontak, dan menggerakkan anggota badannya,” sebutnya.
Kondisi berangsur baik, operasi kedua kembali dijalankan untuk memasang tulang tengkorak yang sempat dilepas pada operasi pertama.
Dokter spesialis ahli bedah saraf dari RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Prof. DR. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS (K) yang akan memimpin jalannya operasi kedua itu mengatakan, tulangnya harus dikembalikan untuk menjaga fungsi otak.
“Pemasangan tulang kembali pasien yang sebulan lalu dioperasi untuk mengeluarkan bekuan darah di otak, tulangnya dilepas untuk keamanan pasien. Dan hari ini Insya Allah karena sudah pulih, tulangnya harus dikembalikan untuk menjaga otak,” ucap Prof Andi saat diwawancarai secara ekslusif di RSUP dr. J Leimena, Sabtu.
Saat ditanya berapa persen tingkat keberhasilannya, dia optimis operasi ini akan berjalan sukses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kraniotomi-di-rsup.jpg)