Breaking News:

PPKM di Ambon

Resepsi Pernikahan Dilarang Selama PPKM di Ambon, Usaha Wedding Organizer Terpuruk

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Ambon turut membuat bisnis Wedding Organizer (WO) merasakan dampak.

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu | Editor: Salama Picalouhata
(Shutterstock)
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Ambon membuat bisnis Wedding Organizer (WO) merasakan dampak.

Bisnis WO ikut terpuruk akibat dilarangnya acara resepsi pernikahan selama penerapan PPKM Mikro hingga 21 Juli mendatang.

Hal ini diakui owner WO Epicplanner, Wika Tiara saat dikonfirmasi TribunAmbon.com

"Dampaknya sangat terasa untuk kami, job sepi," kata Wika kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/7/2021).

Lanjutnya, dengan dilarangnya gelaran resepsi pernikahan juga menurunkan omzet mereka 60% hingga 70%.

Baca juga: Selama PPKM Mikro di Ambon, Ini Jadwal Terbaru Kapal Cepat Rute Amahai-Tulehu

Baca juga: Meski Zona Merah, Salat Idul Adha Berjamaah di Ambon Tetap Dibolehkan

Kondisi ini diakuinya sama seperti saat penerapan PSBB tahun lalu, mereka saat ini hanya menawarkan konsep acara akad nikah saja.

Dia menjelaskan, bisnis WO bekerja secara tim, jadi kalau hanya menawarkan konsep akad nikah maka bayaran yang diterima vendor lain juga akan menurun.

"Banyak juga klien yang cancel karena PPKM," ungkapnya

Namun, dirinya mencoba tetap mempertahankan bisnisnya dengan mencari strategi baru kepada klien yang sudah terlanjur booking.

Tawaran lain yang diberikan untuk klien yakni menggelar akadajadulu seperti himbauan pemerintah dengan hanya dihadiri 30 orang dan menerapkan prokes.

Selain itu, tamu hadirin juga hanya diberikan nasi bungkus tanpa embel-embel acara lainnya.

Meskipun sulit, mereka tetap mencoba menjalankan aturan pemerintah agar tidak menimbulkan cluster baru.

Tim Epicplanner juga mencoba survive ditengah pembatasan seperti ini dengan terus memberikan konsultasi kepada klien mereka.

Diketahui, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy melarang masyarakat untuk menggelar acara resepsi pernikahan di gedung maupun aula.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved