Breaking News:

PPKM di Namlea

Mulai Besok 12 Juli 2021, Kota Namlea di Pulau Buru Lakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Buru baru akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, senin besok.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Satgas Covid-19 Kabupaten Buru kembali menggelar Operasi Yustisi, di Jalan Baru Nametek, Bundaran RH, Kota Namlea, Kamis (20/5/2021) pagi ini. 

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Buru baru akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, senin besok.

Katanya, sudah ada regulasi yang mengatur hal itu, yakni  surat edaran nomor 045: /143.

"Pembatasan itu tertuang dalam surat edaran nomor 045: /143, dibatasi itu khusus untuk perkantoran, baik itu Pemerintah BUMN/BUMD dan instansi fertikal yang ada di Namlea," kata Tomia kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (9/7/2021) siang.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Gustu Covid-19 Kabupaten Buru, Azis Tomia.

Baca juga: Pelaku Perjalanan Namlea – Ambon Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin dan Keterangan Negatif Rapid Antigen

Baca juga: UPDATE 10 Juli: Satu Pasien Meninggal Dunia Akibat Covid-19 di RSU Namlea - Pulau Buru

Lanjutnya, pembatasan ini diberlakukan dengan sistem 50% work from home (WFH) dan 50% work from office (WFO).

"Jadi mulai Senin (12/7/2021), semua instansi wajib melaksanakan itu, untuk mengurangi interaksi di perkantoran," katanya.

Kemudian, aktifitas belajar mengajar bagi siswa khususnya di kota Namlea  dilakukan secara daring.

"Ini khusus di Kota Namlea sja, Desa di luar Namlea dipersilahkan melakukan belajar tatap muka dengan memperhatikan ketentuan 50% dari setiap ruangan, dan menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk kegiatan keagamaan di Masjid, Gereja, Pura, dan tempat ibadah lainnya, tetap dilaksanakan, namun tetap memperhatikan 50% dari kemampuan tempat ibadah masing-masing.

Katanya, tahlilan juga diperbolehkan, namun dibatasi 20%, kemudian untuk acara pernikahan, tetap diperbolehkan, akan tetapi dilaksanakan di kantor KUA masing-masing Kecamatan dan untuk acara resepsi pernikahan tidak diperbolehkan.

"Terkecuali sektor esensial, seperti kesehatan, bahan pangan (makanan, minuman, energi dll) yang diatur melalui instruksi menteri dalam negeri nomor 17, diperbolehkan 100% beroperasi," tutur Tomia.

Ia menuturkan, untuk supermarket, toko, swalayan, caffe dan rumah makan dibatasi pukul 22:00 WIT. Sementara Pasar Tradisional Namlea dibatasi sampai dengan pukul 18:00 WIT.

"Seluruh tempat wisata dan kegiatan pada area publik ditutup," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved