Breaking News:

Maluku Terkini

Warga Watludan-Maluku Tengah Blokade Jalan Utama Selama 5 Jam, Ini Alasannya

Menurutnya, warga tidak terima dengan sikap RSUD Masohi yang menyatakan pasien berinisial MP meninggal akibat positif terpapar Covid-19.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Fandi Wattimena
Sumber Istimewa
Warga Desa Watludan, Kecamatan Waipia, Kabupaten Maluku Tengah memblokade Jalan Lintas Seram menggunakan batu dan kayu yang dibakar, Kamis (8/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Tidak terima anggota keluarganya dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, warga Watludan, Kecamatan Waipia, Kabupaten Maluku Tengah sempat memblokade jalan Lintas Seram selama lima jam, Kamis (8/7/2021).

Akibatnya, jalur yang menghubungkan tiga kabupaten di Pulau Seram itu sempat lumpuh total.

Transportasi dari dan menuju ibu kota kabupaten sempat terhenti.

Raja Watludan, Ronny Anrosila saat dihubungi TribunAmbon.com membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, warga tidak terima dengan sikap RSUD Masohi yang menyatakan pasien berinisial MP meninggal akibat positif terpapar Covid-19.

Dia memaparkan kronologi kejadian tersebut, ketika pasien dirujuk ke RSUD Masohi dengan diagnosa awal hipertensi, Minggu (4/7/2021).

Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah bersama Kepala RSUD Masohi didampingi Kapolda Maluku Tengah melakukan negosiasi agar warga Desa Watludan membuka akses Jalan Lintas Seram.
Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah bersama Kepala RSUD Masohi didampingi Kapolres Maluku Tengah melakukan negosiasi agar warga Desa Watludan membuka akses Jalan Lintas Seram. (Sumber Istimewa)

Baca juga: Soal Stok Cabai Jelang Idul Adha, Disperindag Maluku Tak Bisa Pastikan Aman

Baca juga: Perusahaan yang Tak Patuh PPKM Darurat Bakal Dicabut Izin Usahanya

“Awalnya almarhum itu dirawat di rumah karena hipertensi. Lalu dibawa ke Puskesmas terus dirujuk ke Masohi. Di sana, pemeriksaan awal negatif. Besoknya pemeriksaan kedua negatif. Kemudian diperiksa lagi katanya positif Covid-19. Berarti kesimpulannya di rumah sakit ada covid. Nah, ini yang bikin masyarakat tidak terima kondisi itu,” ucap Ronny kepada TribunAmbon.com saat dihubungi melalui telpon seluler, Jumat (9/7/2021) siang.

Saat dinyatakan meninggal dunia, jenazah dibawa pulang oleh keluarga ke kampung halaman di Desa Watludan untuk dimakamkan.

“Pelayanan pasien itu di Ruang Tulip, bukan di ruang isolasi. Kalau Covid-19 kan harusnya di ruang isolasi.

Kata dia, begitu jenazah tiba, tanpa mengetahui informasi pasti, dia perintahkan untuk mempersiapkan pemakamannya jenazah almarhum MP.

Beberapa jam kemudian, informasi dari pihak Kecamatan Waipia bahwa MP dinyatakan meninggal akibat Covid-19 dan diinstruksikan untuk dimakamkan sesuai dengan standar protokol Covid-19.

“Terpaksa saya perintahkan kembali untuk liang lahar itu ditutup lagi. Karena mau dimakamkan di tempat yang disediakan Satgas Kabupaten,” ucapnya.
Namun, ditolak oleh pihak keluarga.

Mereka bersikeras untuk tetap memakamkan jenazah almarhum di liang lahat yang disediakan Pemerintah Desa Watludan.

Kemarahan warga memuncak saat jenazah tidak diantar hingga ke lokasi pemakaman, melainkan dilepas di jalan poros yang jaraknya kurang lebih 400 meter dari lokasi pemakaman.

“Yang masyarakat sesalkan itu kalau memang Covid-19, tugas tim gugus itu antar langsung sampai ke kolam. Tapi ini dilepas di jalan poros lalu diserahkan ke masyarakat. Itu yang masyarakat ribut. Akhirnya mereka bikin tindakan (blokade jalan) seperti itu,” terangnya.

Setelah selesai pemakaman, masyarakat kemudian memblokade ruas Jalan Lintas Seram sekitar pukul 17.00 WIT.

Jalan dibuka kembali sekitar pukul 22.00 WIT setelah ada negosiasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, Kapolres Maluku Tengah, dan Kepala RSUD Masohi.

“Mereka turun kasih penjelasan kepada masyarakat tentang semua hal. Lalu blokade sudah dibuka sejak tadi malam, sekitar jam 10,” sambungnya.

Saat ini jalur poros di Pulau Seram itu sudah bisa dilalui transportasi dari dan ke Kota Masohi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved