Minggu, 12 April 2026

Nasional

Uji Klinis Sinovac Bakal Diperpanjang untuk Teliti Masa Proteksi Vaksin

Direktur Utama (Dirut) PT Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan, pihaknya bakal memperpanjang uji klinis terhadap vaksin Sinovac hingga satu tahun ke

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP/NOEL CELIS)
Calon vaksin corona Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Direktur Utama (Dirut) PT Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan, pihaknya bakal memperpanjang uji klinis terhadap vaksin Sinovac hingga satu tahun ke depan.

Menurut dia, hal tersebut dalam rangka mengetahui berapa lama masa proteksi dari vaksin asal China itu.

"Seperti yang terjadi di kita Bio Farma, kami melanjutkan uji klinis terhadap vaksin Sinovac untuk menjadi satu tahun. Ini untuk melihat apakah kemampuan proteksi dari vaksin ini bisa melebihi 6 bulan atau pun selama satu tahun," kata Honesti dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan Dirut PT Bio Farma, PT Kimia Farma, Indo Farma, dan Phapros, Rabu (7/7/2021).

Menurut dia, berlanjutnya uji klinis terhadap vaksin Sinovac ini diperlukan mengingat belum ada satu pun penelitian di dunia yang memastikan berapa lama masa proteksi vaksin kepada manusia.

Baca juga: Australia Beri Bantuan Oksigen, Ventilator, hingga Vaksin AstraZeneca ke Indonesia

Ia mengatakan, semua penelitian di dunia hingga kini masih melanjutkan uji klinis mengenai masa proteksi vaksin.

Oleh karena itu, munculah perihal kemungkinan adanya vaksin ketiga atau vaksin booster sebagai penguat vaksin dosis pertama dan kedua.

Honesti juga menegaskan, jika vaksin ketiga diperbolehkan, masyarakat bisa menggunakan merek vaksin yang berbeda dari dosis pertama dan kedua.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil uji klinis dan hasil pemantauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika vaksin itu harus diberikan dalam dua dosis, misalnya Sinovac atau AstraZeneca, maka harus dilengkapi dulu.

Setelahnya, diperbolehkan berganti merek.

"Beda lagi nanti dengan vaksin ketiga yang sifatnya booster, sebagai penguat. Itu boleh berbeda. Tapi vaksin pertama dan vaksin kedua sebagai kewajiban itu harus sama," ucap Honesti.

Namun, ia mengatakan, informasi mengenai prediksi adanya vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan rutin setiap tahun seperti vaksin influenza.

Baca juga: Dianggap Gagal Tangani Covid-19, PM Malaysia Muhyiddin Yassi Diminta Mundur

Berkaca pada Singapura, ia melihat bahwa negara tetangga itu justru sudah menganggap Covid-19 sebagai virus layaknya virus influenza.

Negara itu kini tengah menyiapkan adanya program vaksinasi Covid-19 setiap tahunnya.

"Meski kita juga tahu, beberapa negara seperti Singapura, mereka sudah mulai menyatakan bahwa, WHO pun menyatakan bahwa kemungkinan virus Covid-19 ini akan seperti virus flu di mana setiap tahun orang harus melakukan vaksinasi," ucap Honesti. 

(Kompas.com / Nicholas Ryan Aditya / Icha Rastika)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved