Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Dua Tersangka Kasus Taman Kota KKT – Maluku Ditahan

Kedua tersangka itu yakni Frans Yulianus Pelamonia dan Wilelma Fenanlambir.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Konferensi Pers penahanan tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Taman Kota dan Pelataran Parkir Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku di Aula Kejati Maluku, Senin (28/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com,Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dua dari empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan taman kota dan pelataran parkir tahun 2017 di Kepulauan Kepulauan Tanimbar (KKT) resmi ditahan Kejaksaan Tinggi Maluku.

Kedua tersangka itu yakni Frans Yulianus Pelamonia dan Wilelma Fenanlambir.

Penahanan dilakukan usai keduanya dipanggil Kejati untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Pada hari ini kita panggil empat tersangka tersebut untuk diperiksa dengan kapasitas sebagai tersangka dan telah hadir dua orang yaitu Frans Yulianus Pelamonia dan Wilelma Fenanlambir,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega saat konferensi Pers di Aula Kejati Maluku, Senin (28/6/2021) sore.

Lanjutnya, penahanan akan dilakukan selama 20 hari di Rutan Ambon bagi tersangka Frans Pelamonia dan tersangka Wilelma Fenalambir di Lapas Perempuan Kota Ambon.

“Karena sudah hadir dan ditetapkan sebagai tersangka, kita akan melakukan penahanan selama dua puluh hari kedepan di Rutan dan Lapas perempuan Kota Ambon,” tambah Zega.

Baca juga: Oknum Dosen Unpatti Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Resmi Dilaporkan ke Polresta Ambon

Baca juga: 270 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Bulan Juni, Ambon Rentan Zona Merah

Lanjutnya, dalam proyek bernilai Rp 4.517.718.000 itu tersangka Pelamonia berperan sebagai pengawas sedangkan tersangka Wilelma selaku DPTK.

Sedangkan dua tersangka lainnya yang tidak hadir dalam pemanggilan tersebut yakni, Hartanto Hutomo selaku Kontraktor Pelaksana PT. Inti Artha Nusantara dan Adrianus Sihasale yang adalah kepala dinas PUPR KKT.

“Mereka telah diproses sebagai tersangka dan dua nya lagi belum hadir dan akan kita panggil lagi pada hari jumat yaitu Hartanto Hutomo selaku proyek rekanan dan Adrianus Sihasale yang adalah kepala dinas,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemanggilan kembali kepada dua tersangka akan diagendakan kembali pada Jumat (1/7/2021).

“Kita harap kedua yang lain hadir dalam pemeriksaan pada hari jumat tanggal 1 juli 2021,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved