Breaking News:

PON XX Papua

Anggota DPRD Ruslan Hurassan Tak Terima Klarifikasi KONI Maluku Soal Menu Makanan Atlet PON

KONI Maluku klarifikasi bahwa menyebut menu makanan bagi atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) diatur sesuai kebutuhan gizi atlet.

Tanita Pattiasina
Konferensi pers di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, Karang Panjang, Ambon, Sabtu (19/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku sudah mengklarifikasi beredarnya informasi atlet yang akan berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX hanya diberi makan bubur, ikan asin dan tahu saja.

Klarifikasi itu disampaikan di Kantor KONI Maluku, Karang Panjang, Ambon, Sabtu (19/6/2021) lalu.

Konferensi pers di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, Karang Panjang, Ambon, Sabtu (19/6/2021)
Konferensi pers di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, Karang Panjang, Ambon, Sabtu (19/6/2021) (Tanita Pattiasina)

Mereka menyebut menu makanan bagi atlet di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) diatur sesuai kebutuhan gizi atlet.

Namun, klarifikasi itu tak diterima Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Ruslan Hurassan.

Dia menyebut, harusnya KONI Maluku melakukan evaluasi, bukan klarifikasi.

"Mereka harusnya melakukan evaluasi terhadap menu makanan yang diberikan kepada para atlet, bukan malah mengklarifikasi," kata Rusli Hurassan.

Dia mengaku mendapat keluhan dari para atlet soal makanan yang dberikan selama pelatihan. Katanya, makanan yang diberikan kepada para atlet tidak sesuai dengan menu makanan yang telah disepakati bersama dengan pelatih dan Satuan Tugas (Satgas) Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON Papua 2021.

"Atlet bilang, untuk latihan-latihan berat seperti kami, harusnya dapat protein tinggi. Selama ini tidak seperti itu. Menunya kalau bisa ikan, telur kadangkala ayam. Menu masakannya mereka usulkan diganti per dua minggu. Atau cateringnya diganti, agar ada variasi menu makanan tidak hanya bubur manado saja," ujar Hurassan.

Katanya, keluhan tersebut disampaikan saat mereka melakukan pengawasan di tempat latihan para atlet.

Lanjutnya, hampir semua altlet mengeluhkan menu makanan yang disajikan untuk dikonsumsi.

"Bahkan ada atlet tinju yang bilang kalau selama dia ikut pelatihan berat badannya 60kg dan sekarang turun jadi 51kg," ungkapnya.

Dia mengatakan, penurunan berat badan tlet terjadi lantaran proses pelatihan tidak seimbang dengan asupan makanannya.

"Dia sendiri bilang, sudah berulang kali ikut pekan olahragan dan baru kali ini mengeluh soal makan. Kalau model begini bagaimana kita mau dapat medali karena makan saja tidak terurus. Itu bahasanya atlet," jelas Hurassan.

Selain mengeluh soal makanan, para atlet ini juga mengeluhkan soal pelayanan di wisma tempat mereka latihan.

"Memang banyak keluhan yang disampaikan kepada kami. Dari aspek pelayanan seperti segi ruangan yang malam hari mereka tidak bisa istirahat dengan baik, karena nyamuknya banyak. Padahal siang harinya mereka berlatih capek, dengan harapan malamnya bisa istirahat dengan tenang dan cukup. Tapi itu kadang kala tidak bisa sesuai harapan, karena para atlet terganggu dengan banyaknya nyamuk," tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved