Breaking News:

Euforia Euro 2020

Euforia Euro 2020, Ustad di Kota Ambon Soroti Penguasaan Bioritmik dalam Pertandingan

Dia menjelaskan, dalam Konsep Bioritmik, ada 3 hal yang harus diperhatikan. Yaitu; kondisi psikologi, Emosional, serta phsycal fitness

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Fandi Wattimena
Courtesy / IG Euro 2020
Pertandingan Portugal vs Jerman pada Euro 2020 di Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Sabtu (19/6/2021) malam WIB. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Euforia Euro 2020 cukup terasa di Kota Ambon, perbincangan perhelatan sepak bola terbesar di Benua Eropa itu pun hangat di berbagai kesempatan.

Seorang Ustad ternama di Kota Ambon, Arsal Tuasikal pun angkat bicara tentang pertandingan yang telah bergulir sepekan itu.

Kepada TribunAmbon.com, Tuasikal menyoroti pentingnya penguasaan Konsep Bioritmik dalam pertandingan.

"Konsep Bioritmik pada sepak bola biasanya di kuasasi oleh club lokal maupun internasional, dan terkait pada psikologi pemain," kata Tuasikal, Senin (21/6/2021) siang.

Dia menjelaskan, dalam Konsep Bioritmik, ada 3 hal yang harus diperhatikan manajemen pelatih. Yaitu; kondisi psikologi, Emosional, serta phsycal fitness atau kesehatan pemain secara fisik.

Ketika ketiga unsur tersebut berada dalam kondisi puncak maka pemain tentu dalam kondisi maksimal dan sebaliknya jika salah satu unsur tersebut menurun.

Baca juga: Tertimbun Reruntuhan, Warga Gotong Royong Evakuasi Sisa Harta Benda Milik Keluarga Soulissa

Baca juga: 4 Efek Samping dan Cara Penggunaan Hand Sanitizer

Ritme pertandingan tentu akan sangat mempengaruhi pencapaian unsur dalam biometri.

Dia mencontohkan, pengaruh konsep Bioritmik yang terjadi pada piala Duni 2006 lalu dimana Zinedine Zidane akhirnya Zidane harus diganjar kartu merah dan pertandingan karena termakan provokasi.

"Kalau kita lihat Sepak bola sekarang lebih modern, namun kalau kita kembali ke piala dunia 2006 ketika final Italy Vs Perancis. Zinedine Zidane menjadi pemain kunci bagi Perancis. Untuk itu, Italy terus melakukan provokasi dengan takling dan melontarkan kalimat provokasi kepada Zinedine Zidane yang memang pada akhirnya Zidane harus diganjar kartu merah dan pertandingan dimenangkan oleh Italy," jelasnya.(*)

Menurutnya, jika hal tersebut tidak dihitung oleh manajemen pelatih sepak bola, maka akan sangat berbahaya bagi tim saat melakoni laga.

“Pelatih harus cerdas melihat hal tersebut,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved