Breaking News:

Ratusan Ikan Mati

PLN Maluku-Malut Bantah Kematian Ikan di Kerambah Akibat Limbah PLTD

Hal itu ditegaskan Manager Komunikasi PLN UIW Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat menyikapi dugaan warga akan kematian ratusan ikan jenis Bubara di ker

Warga
Ratusan ekor ikan jenis Bubara mati di tambak nelayan, Desa Hative Kecil Kota Ambon, Maluku 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku-Maluku Utara membantah kematian ratusan ekor ikan di Pantai Kampung Kolam, Negeri (Desa) Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon akibat tercemar limbah dari pipa pembuangan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Hative Kecil.

Hal itu ditegaskan Manager Komunikasi PLN UIW Maluku-Maluku Utara, Ramli Malawat menyikapi dugaan warga akan kematian ratusan ikan jenis Bubara di kerambah pada pekan ini.

Menurutnya, per 1 Juli hingga hari ini, Kamis (10/6/2021), unit mesin di PLTD Hative Kecil tidak dioperasikan. Sehingga sama sekali tidak ada aktifitas apapun yang menghasilnya buangan bahan berbahaya.

“Per tanggal 31 Mei pengoperasian terakhir, 1 Juni hingga saat ini unit mesin tidak beroperasi,” tegas Malawat, Kamis.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pengecekan di area pantai dan tidak menemukan adanya limbah seperti yang dilaporkan warga.

“Setelah kami cek dilapangan, juga tidak terdapat limbah,” tegasnya.

Lanjutnya dijelaskan, PLTD memiliki bak penampung limbah yang diawasi ketat oleh dinas terkait, sehingga dipastikan tidak ada aktifitas yang salah.

“Untuk pengelolaan itu kami bersertifikat dan diawasi ketat Dinas Lingkungan Hidup,” papar Malawat.

Dia pun berharap warga setempat lebih jeli dalam menyikapi kejadian tersebut. Pasalnya banyak juga aktifitas berpotensi terjadinya pembuangan bahan berbahaya di kawasan tersebut.

“Warga harus memetakan persoalan tersebut seperti apa, karena dikawasan tersebut juga banyak kapal,” tandasnya.

Diberitakan, warga menduga kematian ratusan ekor ikan akibat tercemar limbah dari pipa pembuangan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) Hative Kecil.

Dugaan tersebut berdasar atas kondisi air laut yang berubah warna beberapa hari sebelum kematian ikan dalam kerambah miliknya itu.

Temuan ikan mati itu sendiri pada Senin (7/6/2021) dan Selasa (8/6/2021) sore.

"Sebelum kejadian, warna air laut berubah merah kecoklatan, seperti air karatan. Sedangkan saat ikan mati, air ditambak berbusa," ujar pemilik kerambah, Ferol Tipawael, Kamis. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved