Kuti Kata Maluku
Kuti Kata; Tampa Tangang
"Ingatang, orang pung tampa tangang tuh biar akang mau bagumana model lai, mar jang unju mangarti la kas rusak turut suka"
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Dunya 'gnap" (=dunia dengan segala isinya) adalah "Huwa pung tampa tangang" (=buatan tangan Tuhan). Jadi "Jaga, kalesang akang, jang kas rusak" (=jagalah, peliharalah, jangan rusakkan).
Itu tanda "hidop hormat Hu" (=hidup dengan menghormati Tuhan).
"Ingatang, orang pung tampa tangang tuh biar akang mau bagumana model lai, mar jang unju mangarti la kas rusak turut suka" (=ingatlah, karya seseorang itu bagaimana pun bentuknya, jangan karena kesombongan kita, lalu merusakkannya).
"Tampa tangang tuh ujud lalah deng karingat sandiri" (=hasil karya itu bukti kelelahan dengan keringat sendiri), "bukang hasil basuruh, dudu la prentah" (=bukan hasil main perintah, lalu hanya duduk saja).
"Jaga orangtotua pung tampa tangang" (=pelihara hasil karya orangtua) itu nasehat agar kita tidak "bongkar iko suka" (=membongkar dengan semena-mena) hanya karena ada model baru.
Baca juga: Kuti Kata; Unju Jalan Bae
Baca juga: Kuti Kata; Jangan Mau Jadi Jongos
"Kalu atap su bocor, kalu masih bisa panirit deng satu dua bangkawang/lirang, panirit sa toh, bukang bongkar" (=bila atapnya alami kebocoran dan bisa digantikan dengan satu atau dua lembar atap, lebih baik itu yang diganti daripada dibongkar semuanya).
"Kalu dinding gaba-gaba su busu, mi ganti lirang yang busu sa bukang rubuh rumah" (=jika sebidang dinding dari pelapah sagu itu sudah membusuk, bagian itu saja yang digantikan, bukan membongkar semua rumah).
"Kalu mau bongkar, bicara babae, dong jua mangarti" (=bila mau membongkarnya, bicaralah, mereka pun memahaminya).
Jadi intinya pada "kalesang" (=peduli untuk membenahi), dan "kas suara" (=minta ijin, memberitahu, menjelaskan, dialog).
Sebab "tampa tangang" adalah "upaya ator deng pelihara kahidopang" (=usaha mengatur dan memelihara kehidupan).
"Sama deng dunya 'gnap nih" (=sama dengan dunia dan segala isinya ini).
"Huwa su biking, ator, jaga lindung" (=Tuhan telah membuat, mengatur dan melindunginya).
Kita sebagai manusia bertugas "kalesang akang" (=mempedulikannya) bukan "kas rusak turut suka" (=merusakkannya secara sewenang-wenang).
"Tampa tangang" juga mengingatkan kita untuk "biking sesuatu" (=berkarya), bukan "dudu la prentah" (=duduk main perintah). "Turung tangang lai lalu ada masohi/maren/sosoki/batobo/babalu" (=berpartisipasilah jika ada pekerjaan besar yang dilakukan bersama-sama).
Dan bila "su dapa hak" (=diberi kekuasaan/kesempatan untuk menjadi pemimpin atau suatu tugas) "karja lai jang cuma istori" (=bekerja juga jangan hanya berbicara).
"Tampa tangang" juga mengingatkan kita bahwa "Antua ada kasih kuat deng mampu" (=Tuhan telah memberi kekuatan/tenaga dan kemampuan) jadi "karja deng nanala" (=bekerjalah sungguh-sungguh) "jang pamalas" (=jangan malas).
#Elifas Tomix Maspaitella (Eltom)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/gereja-tua-patti.jpg)