Breaking News:

Gunung Botak

Kapolres Buru Dukung Wacana Pembukaan Gunung Botak, Asal Sesuai Aturan

Menurut Kapolres, pada prinsipnya dia mendukung, asalkan pelaksanaan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.

Andi Papalia
Kepolisian Sektor Pulau Buru membakar sejumlah kolam penambang di Gunung Botak, Desa Kayeli, Kecamatan Teluk Kayeli, Kabupaten Buru, Sabtu (3/4/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pulau Buru, AKBP Egia F. Kusumawiatmaja menyatakan dukungan akan pembukaan kembali tambang emas gunung botak.

Hal itu diungkaplkan Kapolres menanggapi wacana Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Buru, M. Rum Soplestuny terkait tambang yang telah ditutup sejak 2017 lalu.

Menurut Kapolres, pada prinsipnya dia mendukung, asalkan pelaksanaan sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku.

"Apabila dilakukan secara mekanisme yang berlaku, kemudian selama itu mengikuti undang-undang dan demi kesejahteraan masyarakat, kami sebagai penegak hukum juga mendukung," ujar Kusumawiatmaja kepada TribunAmbon.com, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (8/6/2021) siang.

Lanjutnya, apabila hal ini dilakukan diluar dari pada mekanisme perundang-undangan atau secara ilegal, maka kami sebagai penegak hukum punya kewajiban untuk menghimbau, supaya tidak dilakukan dan sebaiknya mengikuti prosedur.

"Kita sebagai aparatur pemerintahan dalam penegakan hukum, harus melihat bahwa apakah ada yang sudah menjalankan atau mengikuti aturan-aturan, seperti membuat izin, memperhatikan masalah lingkungan, selama itu sudah sesuai dengan mekanisme perundang-undangan, maka kami juga mendukung dan mengamankan kebijakan tersebut," jelasnya

Baca juga: Pekan Ini Orang Dengan Gangguan Jiwa dan Penyandang Disabilitas Giliran Divaksin

Baca juga: PWI Malteng Dorong Langkah Hukum Terhadap RR dan AH

Lanjutnya, hingga kini, pihaknya belum pernah melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah atau pihak lainnya untuk membahas wacana membuka kembali gunung botak.

Kepolisian, katanya hanya melakukan tugas dan tanggung jawab, yakni pengamanan lokasi tambang dari aktifitas ilegal.

“Kalaupun ada yang tidak mematuhi aturan, maka kami pastikan akan melakukan langkah penegakan hukum, karena selama ini kami sudah menghimbau, agar tidak terjadi pelanggaran hukum. Apabila masih kedapatan yang lakukan pelanggaran dan sengat berdampak pada kerusakan lingkungan, sudah pasti kami dari Polres akan mengambil langkah tindakan tegas,” tandasnya. (*)

Penulis: Andi Papalia
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved