Breaking News:

Nasional

Lonjakan Kasus Covid-19 Dampak Libur Lebaran Diprediksi Masih Terjadi 2 Pekan ke Depan

Kenaikan itu diakibatkan dari melonjaknya mobilitas penduduk selama libur Lebaran 2021.

Editor: Adjeng Hatalea
Lukman Mukaddar
Suasana Pelabuhan Amahai sehari sebelum pelarangan mudik 6-17 Mei 2021. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyebut, kasus Covid-19 masih akan mengalami peningkatan selama dua pekan ke depan.

Kenaikan itu diakibatkan dari melonjaknya mobilitas penduduk selama libur Lebaran 2021.

"Bahwa sesudah liburan Idul Fitri diperkirakan akan ada kenaikan dalam dua minggu ke depan," kata Airlangga usai rapat terbatas dengan presiden dan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Meski demikian, Airlangga mengklaim, penambahan kasus Covid-19 harian dan kasus aktif virus corona masih terkendali hingga saat ini.

Kasus aktif Covid-19 per 6 Juni mencapai 5,3 persen, lebih rendah dibanding kasus aktif global yang berada di angka 7,5 persen. Dibandingkan dengan beberapa negara lainnya, kata dia, kasus Covid-19 mingguan di Indonesia juga masih lebih rendah.

Di Malaysia misalnya, 1.607 per 1 juta penduduk terkonfirmasi Covid-19.

Sementara, di India sebanyak 662 per 1 juta penduduk positif Covid-19. Kemudian, di Perancis, 731 per 1 juta penduduk terkonfirmasi virus corona.

"Indonesia relatif lebih baik, Indonesia 147 per 1 juta penduduk," terang Airlangga.

Baca juga: Enggan Relokasi ke Pasar Transit Passo, Pedagang Kaki Lima Bawa Barang Dagangan Saat Demo

Kendati demikian, lanjut Airlangga, terdapat sejumlah provinsi yang kasus aktif Covid-19 mencapai 65 persen terhadap kasus aktif nasional seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau.

Kemudian, ada 5 provinsi yang mencatatkan angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di atas 50 persen meliputi Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi, dan Riau.

Adapun rata-rata bed occupancy rate nasional kini berada di angka 40 persen.

Selanjutnya, sejumlah daerah seperti Jambi dan DI Yogyakarta mencatatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan antara 91-100 persen.

Sementara, tingkat kepatuhan masyarakat di Jawa Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan sebesar 61-75 persen. Namun, di Sulawesi Tengah dan Maluku tingkat kepatuhan masyarakat berada di bawah 60 persen.

"Dan kepatuhan ini yang penting untuk penanganan Covid," kata Airlangga.

(Kompas.com / Fitria Chusna Farisa / Krisiandi)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved