Breaking News:

Wartawan Diusir

AJI Ambon Pertanyakan Alasan Hasanusi & Rahakbauw Desak Hapus Video Wartawan

Mereka telah membentak dan mendesak jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy untuk menghapus rekaman video rapat komisi yang digelar terbuka.

Fandi Wattimena
Rapat yang digelar di ruang Komisi III, Jumat (4/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

TRIBUNAMBON.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon menyayangkan sikap Ketua dan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku karena telah membentak dan mendesak jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy untuk menghapus rekaman video rapat komisi yang digelar terbuka.

Keduanya yakni Richard Rahakbauw selaku Ketua Komisi III dan anggotanya Ayu Hindun Hasanusi yang dinilai telah menyalahi kerja jurnalistik seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, terutama yang tercantum pada pasal 18 ayat 1.

Hal itu diungkapkan Ketua AJI Ambon, Tajudin Buano menyikapi aksi yang disebut telah menghalangi tugas jurnalis itu.

Dia pun mempertanyakan alasan dibalik desakan untuk menghapus rekaman yang diketahui terlebih dahulu diungkapkan Hasanusi melalui intrupsi dalam rapat yang digelar di ruang Komisi III, Jumat (4/6/2021) itu.

Baca juga: LBH Pers Ambon Kecam Sikap Arogansi RR Anggota DPRD Maluku, Paksa Hapus Hasil Liputan

“Ada apa sebenarnya, itu rapat terbuka, kenapa larang ambil,” kata Tajudin mempertanyakan sikap wakil rakyat itu.

Apalagi, diketahui, Hasanusi mengetahui pasti pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 bersama 12 mitra komisi digelar terbuka.
Sementara itu Mesya mengaku tidak mengetahui pasti alasan dibalik sikap Sanusi serta Rahakbauw yang mendesak dirinya untuk menghapus rekaman tersebut.

Namun, dia menduga ada hubungannya dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku.

Pasalnya, Hasanusi kemudian memberi intrupsi setelah mengetahui Mesya tengah merekam pemaparan Kadis PUPR Maluku, Muhammad Marasabessy.

Diketahui, saat ini PUPR menjadi sorotan publik menyusul projek Trotoar City of Music dan Drainase senilai Rp 700 Miliar.

“Ketua walaupun rapat ini terbuka, tapi apakah boleh direkam video sampai habis,” kata Mesya mengulangi pernyataan Hasanusi.

Pernyataan tersebut kemudian diikuti sikap Rahakbauw membentak jurnalis dengan suara keras.

Kemudian mengusir para jurnalis dari ruang rapat Komisi III DPRD Maluku.

Selain AJI, Ikatan Jurnalis Televisi Maluku juga mengecam tindakan yang dilakukan Richard Rahakbauw serta Ayu Hindun Sanusi.

“Sikap itu tidak menunjukan etika Wakil Rakyat, lagian itu ruang publik,” kata Ketua Divisi Advokasi & Humas IJTI Maluku, Jaya Barends. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved