Breaking News:

Korupsi Dana Desa

Jaksa Segera Ekspose Kasus Dugaan Korupsi ADD Dan DD Siri Sori

Kejaksaan akan melakukan ekspose atau gelar perkara kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Siri Sori Islam.

TribunAmbon.com/Salama
Maluku - Kacabjari Saparua, Ardy membenarkan adanya kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Tahun 2018-2019 senilai Rp 1,5 miliar. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON,TRIBUNAMBON.COM – Kejaksaan akan melakukan ekspose atau gelar perkara dengan jaksa penuntut umum (JPU) terkait kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah.

Kepala Kantor Cabang Kejari Ambon di Saparua, Ardy memastikan segera melakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

“Masih sementara digali, mungkin setelah selesai penyelidikan baru akan ada ekspose apakah perkara ini dilanjutkan atau tidak,” kata Ardhy kepada tribunambon.com, Senin (31/5/2021) sore.

Ardy memastikan, kasus tersebut telah mendapatkan titik terang. meski begitu, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan tidak terburu-buru agar semakin jelas.

“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang terima bantuan,” tambahnya.

Dalam tahapan ini, sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan saksi dari berbagai pihak termasuk pejabat pemerintahan negeri seperti bendahara, KPN, sekretaris.

Baca juga: Diumumkan 13 Hari Lagi, Salatalohy Pastikan Tingkat Kelulusan Siswa SD dan SMP di Ambon Capai 100%

Baca juga: Sempat Naik, Harga Ikan di Pasar Namlea Kembali Dijual Seharga Rp. 25 Ribu hingga Rp. 100 Ribu

Ardy mengatakan, Jaksa masih mengumpulkan data-data. Namun, ia tidak menjelaskan data apa saja yang digarap.

Pasalnya, laporan masyarakat tersebut masih kurang data.

Tim Penyelidik Kantor Cabang Kejari Ambon di Saparua mendapatkan informasi adanya penyalahgunaan ADD dan DD dari masyarakat.

Dari informasi itu, Jaksa terus mengumpulkan data-data dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Diketahui, anggaran ADD dan DD itu diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, seperti  pembangunan lapangan, kantor desa, serta pembelian tiga mobil ambulance.

Namun, implementasi proyek tersebut belum selesai.

Diduga oknum-oknum di Pemerintah Negeri Sirisori salah melakukan mark-up dalam setiap pembelanjaan item proyek  dan membuat laporan kegiatan fiktif.

Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved