Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Stop Deng Tipu Tapa Tar Guna Tuh

"Mau orangtotua ka anana, dia lampa-lampa dong samua" (=entah orang tua atau anak, semuanya ditipu olehnya).

Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Bermain bersama anak-anak 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ini nasehat tentang "bicara batul" (=bicara jujur) dan "seng boleh tipu-tapa" (=berbohong).

"Tipu-tapa" ini bukan sekedar berbohong. "Ini su lebe lai" (=ini sudah lebih); artinya sifat itu sudah "manempel di badang" (=sudah menjadi karakter), dan orang itu suka dengan "tipu-tapa" tersebut, seperti "pake baju busu" (=mengenakan pakaian yang berbau busuk), "tar meku deng sa orang lai" (=tidak mempedulikan siapa pun).

"Mau orangtotua ka anana, dia lampa-lampa dong samua" (=entah orang tua atau anak, semuanya ditipu olehnya).

"Kalakuang tipu tapa tuh tar guna" (=perilaku suka menipu itu tidak ada gunanya), "cuma par biking ilang hormat" (=hanya membuat kehormatan diri hilang), "tagal jang kata bicara, lia muka sa orang su tar parcaya" (=karena jangankan dia berbicara, orang melihat wajahnya saja sudah tidak dipercaya).

Orang-orang seperti itu, hanya akan "biking rusak nama mata rumah" (=membuat nama keluarga menjadi jelek).

Kepada mereka yang suka "tipu tapa", "loko pi tinggal ewang biru-biru la bicara deng toi ka kasturi" (=sebaiknya tinggal di hutan biar bicara dengan burung kakaktua atau nuri ~ ungkapan ini berarti karena mereka tidak saling mengerti bahasa masing-masing).

Baca juga: Kuti Kata; Sepe Sepe

Baca juga: Kuti Kata; Batamang

"Piara manusia bagitu tuh biking hati lalah" (=hidup dengan orang yang suka menipu membuat lelah hati).

Ungkapan ini lahir dari kenyataan bahwa "su ajar ulang-ulang mar tar ubah kalakuang" (=sudah berulang kali dinasehati tetapi tidak berubah sifatnya).

Jadi banyak orangtuanya "hati lalah" (=lelah hati) bila ada orang yang "bahati" (=mengeluhkan) dengan sifat seperti itu.

Orang-orang yang suka "tipu tapa" sering diidentikkan dengan "ayang kokotek tar batalor" (=ayam berkotek tetapi tidak bertelur) atau "ayang manggarang talor sombong" (=ayam mengerami telur kosong). Jadi "stori tar guna" (=bicarakan hal yang tidak berguna.

Kepada mereka seperti ini dianjurkan "stop deng kalakuang tipu tapa tar guna tuh" (=berhentilah menipu yang tiada gunanya), "jang sampe pas oras la tar kuat manyao" (=jangan sampai saatnya tidak sanggup pertanggungjawabkan).

"Jadi kalu tar ada apapa, jang biking apapa, tagal kalu su jadi apapa baru tar tau mau biking apa" (=bila tidak ada masalah, jangan pancing timbulnya masalah, sebab nanti ketika terjadi masalah, tidak tahu mau lakukan apa pun).

#Elifas Tomix Maspaitella

Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved