Selasa, 5 Mei 2026

Cuaca Ekstrem Maluku

Banjir Rob Naik Hingga Menggenang Pelabuhan Tulehu, Warga Panik Mengira Tsunami

Ratusan pengunjung di Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah panik berlarian ketika air rob meluap membanjiri kawasan pelabuhan.

Tayang:
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Warga
Kawasan Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah terendam luapan banjir rob, Kamis (27/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

TRIBUNAMBON.COM - Ratusan pengunjung di Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah panik berlarian ketika banjir rob meluap membanjiri kawasan pelabuhan.

Menurut Kepala Kantor UPP Kelas II Pelabuhan Tulehu, William Parihala, pengunjung pelabuhan, mulai dari calon penumpang hingga buruh mengira terjadi tsunami.

"Panik juga, kira tsunami," ujar Parihala kepada TribunAmbon.com, Kamis (27/5/2021) siang.

Lanjutnya, warga belarian keluar dari area pelabuhan hingga ke ruas jalan raya.

Dia sendiri juga mengaku sempat panik dengan kejadian yang terjadi sekitar pukul 13.40 Wit, Kamis siang itu.

"Sempat panik juga," cetusnya.

Baca juga: Air Rob Genangi Pelabuhan Tulehu, Pelayaran Kapal Tertunda, Ratusan Penumpang Masih Menunggu

Baca juga: Akhirnya, Karaoke dan Wahana Anak di Kota Ambon Boleh Beroperasi Kembali

Baca juga: BMKG: Pelabuhan Tulehu Banjir Rob Dampak Gerhana Bulan Total

Lanjutnya, beberapa saat setelah kejadian, petugas pelabuhan berusaha mengeluarkan kapal yang tengah berlabuh.

Hal itu dilalukan agar tidak terjadi kerusakan hingga kemungkinan kapal tenggelanm akibat terpaan ombak yang cukup tinggi.

Banjir rob sendiri menggenangi area pelabuhan hingga diatas mata kaki orang dewasa.

"Kurang lebih 20 menit air menggenangi pelabuhan," katanya

Akibat dari kejadian tersebut, talut pelabuhan juga mengalami kerusakan.

Termasuk pagar sen roboh diterpa ombak.

"Kerusakan hingga 20 meter," ujarnya.

Akibat kejadian itu, jadwal pemberangkatan kapal menuju Masohi, Maluku Tengah tertunda.

"Menunggu kondisi normal dulu, baru bisa diizinkan penumpang naik," jelasnya.

Meski sudah mulai reda, namun hingga saat ini ketinggian air laut masih terhitung tinggi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved