Global

New York dan Los Angeles Umumkan Rencana Buka Sekolah secara Penuh

Kota New York dan Los Angeles, pada Senin (24/5/2021) waktu setempat, mengumumkan rencana untuk membuka kembali sekolah umumnya secara penuh.

Editor: Adjeng Hatalea
(AP PHOTO/John Minchillo)
Dari kiri ke kanan: Komisioner Polisi New York City Dermot Shea berbicara bersama Wali Kota Bill de Blasio dalam konferensi pers pada 9 Februari 2020, menyikapi kabar penembakan yang melibatkan dua polisi di New York, Amerika Serikat (AS). 

NEW YORK, TRIBUNAMBON.COM - Kota New York dan Los Angeles, pada Senin (24/5/2021) waktu setempat, mengumumkan rencana untuk membuka kembali sekolah umumnya secara penuh.

Kedua kota ini memang punya sekolah umum terbesar di Amerika Serikat.

Laporan penurunan kasus Covid-19, ditambah meningkatnya vaksinasi, jadi alasan pengumuman ini.

"Sudah waktunya semua orang untuk kembali. Inilah waktunya bagi kita semua untuk bersama melakukan hal-hal sebagaimana mestinya," kata Bill de Blasio, Wali Kota New York.

Sejauh ini, 1,1 juta siswa sekolah umum di New York City telah mengadopsi praktik pembelajaran yang beragam.

Ada yang membagi waktu belajar di sekolah dan di rumah. Ada pula yang melakukan pembelajaran daring secara penuh.

Baca juga: Pemerintah Terima 8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Hari Ini

Baca juga: UPDATE Corona di Maluku: 34 Orang Dinyatakan Sembuh, 161 Pasien Masih Dalam Perawatan

"Tapi, tak satu pun dari opsi itu akan ditawarkan pada September ini," ujar De Blasio, yang optimistis sekolah bisa dibuka penuh seperti diberitakan Channel News Asia.

Sementara itu di Los Angeles County, lebih dari 600 ribu siswa akan diizinkan menghadiri kelas secara penuh waktu.

Tapi, Austin Beutner Pengawas Distrik Los Angeles County menyatakan, beberapa siswa dan guru memilih untuk tetap di rumah.

"Kami berharap sebagian besar siswa, guru, dan staf bisa berada di sekolah setiap hari. Tapi kami menyadari situasinya. Kami juga tetap harus memberikan peluang online bagi mereka yang masih ingin berada di rumah," ujar Beutner.

Di sisi lain, United Teachers Los Angeles, serikat yang mewakili sebagian besar guru di distrik Los Angeles, menolak untuk sepenuhnya membuka kembali sekolah.

Serikat ini ingin memastikan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan benar-benar terpenuhi.

(Kompas.com / Tito Hilmawan Reditya / Ardi Priyatno Utomo)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved