Breaking News:

Kasus Korupsi PLTG Namlea

Eksepsi Ditolak, Hakim Putuskan Sidang Pidana PLTMG Namlea Ferry Tanaya Dilanjutkan

Eksepsi penasihat hukum disebut sudah memasuki ranah pemutihan pokok perkara

TribunAmbon.com/Tanita
MALUKU: Sidang kasus tipikor PLTMG Namlea terdakwa Abdul Gafur Laitupa di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (21/5/2021) pagi. 

Laporan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Majelis hakim menolak eksepsi Ferry Tanaya.

Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan menyatakan sidang perkara tipikor Pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Namlea itu akan dilanjutkan.

"Majelis hakim memutuskan, menolak eksepsi penasihat hukum terdakwa. Menyatakan persidangan hukum perkara terdakwa dilanjutkan," kata Tarigan saat sidang virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (21/5/2021) pagi.

Baca juga: Warga Kecamatan Leitimur Selatan dan Dusun Seri Bakal Punya Spot WiFI Gratis

Baca juga: Aksi Dukung Palestina, Ratusan Warga Kota Ambon Turun ke Jalan

Eksepsi penasihat hukum disebut sudah memasuki ranah pemutihan pokok perkara.

“Eksepsi Penasihat hukum sudah memasuki ranah pemutihan pokok perkara, menimbang penyelesaian perkara pidana dan perdata berbeda karena dalam perkara pidana yang dicari kebenaran materiil sedangkan perkara perdata yang dicari formiil,” jelas Majelis Hakim.

Sebelumnya, penasihat hukum terdakwa, Henry Yosodiningrat memohon majelis hakim untuk menunda sidang perkara pidana tipikor dengan alasan menunggu hasil sidang perdata yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Buru.

“Bahwa untuk menyatakan terdakwa berhak atau tidak atas tanah dimaksud dan berhak atau tidak atas penerimaan ganti rugi tersebut, masih harus dibuktikan terlebih dahulu secara keperdataan apakah perbuatan terdakwa membeli tanah bekas hak erfpacht adalah sah atau tidak,” kata Yosodiningrat dalam sidang eksepsi secara virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (11/5/2021).

Ferry Tanaya sendiri didakwa dalam kasus tipikor dalam perencanaan pembangunan PLTMG di kawasan Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

PLN membeli lahan milik Tanaya seluas 48.645, 50 hektar yang statusnya sebagai tanah erfpracht sehingga kepemilikan tanah tersebut batal dimata hukum.

Akibat perbuatan terdakwa, negara mengalami kerugian berdasarkan hitungan BPKP Maluku sebesar Rp. 6.081.722.920. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved