Breaking News:

Idul Fitri 1442 H

Menag Ajak Beribadah dan Lebaran dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Ia mengimbau masyarakat untuk terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghind

Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (11/5/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas mengajak seluruh umat Islam untuk beribadah dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ia mengimbau masyarakat untuk terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Karena masih masa pandemi, mari beribadah dan berlebaran dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan,” kata Menag dalam keterangan videonya, Rabu (12/5/2021).

“Dan disiplin 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut ini, Yaqut mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

Baca juga: Besok Lebaran, Harga Sayur Mayur di Pasar Mardika Ikut Naik

Ia mendoakan semoga yang telah dijalani selama bulan Ramadhan dalam suasana pandemi Covid-19 dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.

“Ketaqwaan yang tidak hanya tercermin dalam kesalehan personal tapi juga kesalehan dan kepedulian sosial untuk sama-sama membangun bangsa,” ucapnya.

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah atau Idul Fitri 1442 H/Lebaran 2021 jatuh pada Kamis (13/4/2021).

Kepastian tersebut diperoleh dari hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas-ormas Islam pada Selasa (11/5/2021) atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1442 H.

Dalam rangka menyambut Lebaran 2021, pemerintah telah menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah pada masa pandemi Covid-19 melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021.

Baca juga: DPRD Bakal Terabaikan, Dishub Pilih Koordinasi dengan Kepolisian Soal Jalan Rijali

Aturan tersebut menyebutkan shalat Idul Fitri yang digelar di masjid, musala, hingga tempat terbuka, wajib menaati protokol Kesehatan serta tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Kegiatan takbir bisa dilakukan di rumah, musala, maupun masjid dengan ketentuan yang sudah diatur sebanyak 10 persen kapasitas, namun kegiatan takbiran keliling masih dilarang.

Pelaksanaan shalat id di ruang terbuka hanya boleh dilakukan di zona hijau dan zona kuning yang tingkat penyebaran Covid-19 sudah rendah.

Kemudian, panitia Hari Besar Islam/Panitia Shalat Idul Fitri sebelum menggelar shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved