Senin, 13 April 2026

Global

20 Orang Tewas dalam Serangan Udara Israel di Jalur Gaza

Sebanyak 20 orang tewas setelah Israel menggelar serangan udara di Gaza.

Editor: Adjeng Hatalea
KATA KHATIB / AFP
Sebuah gambar yang diambil di Rafah di Jalur Gaza selatan, pada 17 April 2021, menunjukkan ledakan menyusul serangan udara oleh Israel. Militer Israel mengatakan telah melakukan serangan udara terhadap sasaran di Jalur Gaza menyusul serangan roket dari kantong Palestina, dalam pertempuran kedua dalam beberapa hari. 

GAZA CITY, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 20 orang tewas setelah Israel menggelar serangan udara di Gaza.

Hal itu dinyatakan Otoritas Palestina setelah serangan tersebut. 

Serangan itu merupakan respons setelah milisi Hamas menembakkan roket dari basis mereka yang menyasar Yerusalem.

Tembakan itu terjadi beberapa menit setelah ultimatum yang diberikan kepada pasukan Israel tak digubris.

Hamas mengeklaim serangan roket itu, dan menuturkan mereka membalas "agresivitas dan kejahatan" dari Tel Aviv.

Kementerian kesehatan Jalur Gaza menerangkan dari 20 korban tewas, terdapat tujuh orang anggota keluarga.

Adapun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeklaim mereka membalas karena 45 roket ditembakkan oleh milisi.

Dilansir Sky News Senin (10/5/2021), tidak semua roket itu jatuh ke Yerusalem. Ada yang mendarat di lapangan terbuka.

Juru bicara IDF Letnan Kolonel Jonathan Conricus menyatakan, mereka dihantam dengan sangat parah sehingga harus membalas.

Conricus menerangkan dia belum memverifikasi laporan adanya anak-anak yang terbunuh. Dia menegaskan mereka sebisa mungkin menghindari korban sipil.

Dia mengeklaim, ada kemungkinan senjata yang ditembakkan Hamas berbelok menyasar warga sipil yang tak bersalah.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pun merespons dengan mengatakan tembakan itu sudah sangat kelewatan.

"Kami akan membalas dengan sangat kuat. Kami tidak menoleransi serangan di wilayah, ibu kota, warga dan tentara kami," tegasnya.

Dalam ultimatumnya, Hamas menyerukan agar pemerintahan Netanyahu tidak membangun permukiman Yahudi di Yerusalem Timur.

Kemudian IDF diminta melepaskan warga Palestina yang ditahan, dan polisi harus angkat kaki dari Masjid Al-Aqsa.

Ultimatum itu diberikan setelah aparat bentrok dengan warga di Al-Aqsa, dengan lebih dari 200 orang terluka.

(Kompas.com / Ardi Priyatno Utomo) 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved