Breaking News:

Kuti Kara Maluku

Kuti Kata; Hidop Baku Sayang

Apa alasannya? "Katong sakandong" (=kita sekandung), "urut baku urut, ada hubungan darah" (=bila diurut ada hubungan darah/genealogis),

Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Kaka dan adik jalan bersama 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Bila ditulis sebuah buku pengajaran tentang kehidupan dari semua nasehat tua di tanah kita, setiap pasal dan ayatnya pasti memuat anjuran untuk "baku sayang" dan larangan "baku marah".

Apa alasannya? "Katong sakandong" (=kita sekandung), "urut baku urut, ada hubungan darah" (=bila diurut ada hubungan darah/genealogis), "Tete nene baku ade kaka" (=kakek dan nenek punya hubungan adik berkakak).

"Katong sagandong, pela, kaiwai" (=kita gandong, pela, adik kakak).

"Katong hidop dalang ikatan ain ni ain, beta nih ale pung sudara, ale tuh beta pung sudara" (=kita hidup dalam ikatan yang saling mengakui, menerima dan memiliki) di atas hukum-hukum adat yang suci.

"Katong musti masohi, maren, sosoki, badati" (=kita harus bekerjasama, saling membantu, menolong, melengkapi) karena "basudara".

Jadi memang "musti baku sayang" (=saling menyayangi/mengasihi) karena tidak ada cara lain yang paling baik untuk menerangkan "katong sakandong" (=kita sekandung).

Bahkan "pela itu jadi supaya katong stop bakumarah, stop bakupukul, lalu angka sumpah deng janjiang, katong basudara, ade deng kaka" (=pela itu dibentuk supaya kita berhenti saling dendam, bertengkar/perang, dan mengikat janji, kita saudara, adik dan kakak).

Baca juga: Kuti Kata; Jangan Mau Jadi Jongos

Baca juga: Kuti Kata; Jang di Mulu Sa

Ikatan "basudara itu kekal sampe ke ana cucu, seng boleh ada yang langgar" (=persaudaraan itu kekal ke anak cucu dan tidak boleh ada yang melanggarinya).

"Seng boleh bakumarah, tagal seng boleh laeng binci laeng" (=tidak boleh saling memarahi/memusuhi, karena tidak boleh saling membenci).

Bukankah bila ada yang "bakumarah" kita dinasehati "pi biking bae" (=pergilah berdamai)?

Halaman
12
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved